Bergerak Liar, Wall Street Akhirnya Terkoreksi

- Pewarta

Selasa, 19 Juli 2022 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Wall Street ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dengan sesi yang liar. Sentimen pasar berubah-ubah setelah saham bank-bank besar AS menghapus kenaikan awal dan saham Apple jatuh karena perusahaan berencana memperlambat pertumbuhan perekrutan tahun depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 215,65 poin atau 0,69% menjadi 31.072,61 poin. Indeks S&P 500 merosot 32,31 poin atau 0,84% menjadi 3.830,85 poin. Nasdaq Composite berkurang 92,37 poin atau 0,81% menjadi 1.360,05 poin.

Pada awal perdagangan, ketiga indeks utama AS membukukan kenaikan solid dengan Dow naik lebih dari 350 poin pada tertinggi sesinya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor perawatan kesehatan dan utilitas masing-masing terpangkas 2,15% dan 1,4%, memimpin penurunan. Sektor energi menguat 1,96%, menjadikannya kelompok berkinerja terbaik menyusul lonjakan harga minyak.

Investor mencerna banyak laporan keuangan kuartalan perusahaan. Saham Goldman Sachs naik 2,5% setelah raksasa keuangan itu menghasilkan laba dan pendapatan kuartal kedua yang melebihi perkiraan analis dibantu oleh kekuatan dalam perdagangan pendapatan tetapnya.

Bank of America jauh dari perkiraan laba Wall Street, tetapi pendapatannya sesuai dengan pandangan analis. Sahamnya ditutup ditutup melemah setelah membukukan kenaikan solid di awal sesi.

Saham Apple berbalik arah menjadi berakhir turun 2,1%, setelah sebuah laporan mengatakan perusahaan berencana untuk memperlambat pertumbuhan perekrutan dan pengeluaran tahun depan di beberapa unit untuk mengatasi potensi penurunan ekonomi.

Johnson & Johnson, Netflix, Tesla dan United Airlines adalah beberapa perusahaan besar yang akan melaporkan kinerja keungannya pekan ini.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB