Bank Sentral Eropa Naikkan Suku Bunga 0,5%

- Pewarta

Kamis, 21 Juli 2022 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bank Sentral Eropa (ECB)/Dok.

Foto ilustrasi: Bank Sentral Eropa (ECB)/Dok.

MEDIA EMITEN – Untuk pertama kali sejak 11 tahun terakhir, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin atau 0,5%. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka inflasi Eropa yang melonjak tinggi.

Selain itu, ECB juga meluncurkan program pembelian obligasi baru demi menjaga biaya pinjaman dari negara-negara zona euro yang paling banyak berutang.

Tak hanya itu, ECB juga menaikkan suku bunga pada lelang tunai mingguan dan hariannya masing-masing sebesar 50 basis poin menjadi 0,50% dan 0,75%, dan mengisyaratkan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam tiga tarifnya kemungkinan akan datang tahun ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada pertemuan Dewan Pengatur mendatang, normalisasi suku bunga lebih lanjut akan sesuai,” kata ECB seperti dikutip dari CNBC International, Kamis 21 Juli 2022.

“Pemuatan awal hari ini untuk keluar dari suku bunga negatif memungkinkan Dewan Pengatur melakukan transisi ke pendekatan rapat demi rapat untuk keputusan suku bunga.”

Dalam upaya untuk meredam dampak kenaikan biaya pinjaman, ECB juga meluncurkan alat baru, Instrumen Perlindungan Transmisi (TPI).

Ini akan memungkinkannya membeli obligasi ketika melihat tanda-tanda fragmentasi keuangan – perbedaan yang tidak beralasan dalam biaya pinjaman di antara 19 negara zona euro.

“Skala pembelian TPI tergantung pada tingkat keparahan risiko yang dihadapi transmisi kebijakan. Pembelian tidak dibatasi ex ante,” kata ECB.

Bank sentral zona euro tidak menaikkan suku bunga selama 11 tahun dan suku bunga deposito berada di wilayah negatif sejak 2014.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB