MEDIA EMITEN – Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (0,75%) pada Kamis 8 September 2022. Langkah itu dilakukan untuk meredam inflasi tinggi yang menghantam zona euro.
Kenaikan tersebut menempatkan suku bunga deposito acuan menjadi 0,75%. ECB menyebutkan bahwa suku bunga bisa saja kembali dinaikkan untuk mengontrol inflasi.
Langkah besar ini mengawali transisi dari tingkat kebijakan yang sangat akomodatif ke tingkat yang akan memastikan pengembalian inflasi tepat waktu dengan target jangka menengah 2%. “Kami memperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga lebih lanjut, karena inflasi tetap terlalu tinggi dan kemungkinan akan tetap di atas target untuk waktu yang lama,”, demikian pernyataan ECB seperti dikutip dari CNBC International.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini melanjutkan era kebijakan kenaikan suku bunga dari -0,5% menjadi nol pada Juli lalu. ECB sendiri memang telah mempertahankan suku bunga di wilayah negatif sejak 2014 dalam upaya untuk memacu pengeluaran dan memerangi inflasi yang rendah.
Namun saat ini, situasi di Eropa berubah dengan inflasi yang mencapai di atas 9%. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perang Rusia dan Ukraina yang mengganggu pasokan energi untuk wilayah Benua Biru tersebut.
Selain energi, kenaikan harga juga terjadi di beberapa sektor lainnya seperti makanan, pakaian, mobil, peralatan dan jasa rumah tangga.
Meski begitu, produk domestik bruto di seluruh zona euro meningkat sebesar 0,8% pada kuartal kedua 2022. Namun banyak analis mengatakan resesi zona euro tidak dapat dihindari dalam beberapa bulan mendatang karena daya beli konsumen diperas oleh tingginya harga-harga barang dan kebutuhan pokok.
Baca Juga:







