Bank-bank Sentral Utama Kembali Perangi Inflasi Februari

- Pewarta

Jumat, 3 Maret 2023 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bank Sentral AS, Federal Reserve/Dok.

Foto ilustrasi: Bank Sentral AS, Federal Reserve/Dok.

MEDIA EMITEN – Bank-bank sentral utama kembali perang melawan inflasi Februari dengan menaikkan suku bunga karena tekanan harga-harga terbukti lebih kuat daripada yang diperkirakan banyak pembuat kebijakan.

Pembuat kebijakan di Australia, Swedia, Selandia Baru, dan Inggris bergabung dengan Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam menaikkan suku bunga pinjaman utama dengan total 250 basis poin. Semua bank memperkirakan lebih banyak kenaikan ke depan.

Januari hanya melihat satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Kanada dalam tiga pertemuan oleh bank sentral G10.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kombinasi pertumbuhan yang lebih kuat dari ekspektasi dan indikator inflasi yang lebih persisten dari ekspektasi telah mendorong perubahan mendadak dalam narasi pasar selama sebulan terakhir dari ‘soft landing’ dan menuju ‘siklus pengetatan yang lebih panjang’ oleh bank-bank sentral utama,” kata Nikolaos Panigirtzoglou di JPMorgan.

Data inflasi dan tenaga kerja baru-baru ini dari beberapa ekonomi top dunia telah mengejutkan pasar dan mendorong para analis untuk mengangkat ekspektasi di mana suku bunga Fed dan ECB akan mencapai puncaknya. Pasar sekarang menilai suku bunga ECB memuncak tepat di atas 4% pada pergantian tahun, sementara suku bunga Fed diperkirakan setinggi 5,5-5,75%.

Di pasar negara berkembang, dorongan kenaikan suku bunga menunjukkan beberapa bukti perlambatan. Tiga belas dari 18 bank sentral dalam sampel Reuters dari ekonomi berkembang bertemu untuk memutuskan pergerakan suku bunga, tetapi hanya empat yang dinaikkan dengan total 175 basis poin — Meksiko, Israel, Filipina, dan India. Turki mengirimkan pemotongan 50 basis poin setelah gempa mematikan.

Langkah Februari mengikuti Januari yang melihat enam dari 18 bank sentral memberikan total kenaikan 225 basis poin pada Januari, sementara enam bank sentral lainnya bertemu tetapi memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.

“Kejutan (inflasi) ini datang untuk semua orang secara bersamaan, tetapi mungkin menghilang pada tingkat yang berbeda,” kata Gabriel Sterne dari Oxford Economics.

“Tren disinflasi secara mengejutkan terlihat baik di Asia sekarang, misalnya di mana inflasi jasa-jasa telah berubah arah,” katanya pula.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB