MEDIA EMITEN – Amazon berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK 9.000) karyawannya untuk efisiensi perusahaan di tengah badai ketidakpastian ekonomi global.
Sebelumnya, perusahaan multinasional teknologi dan e-commerce asal Amerika Serikat telah melakukan PHK 300 ribu tenaga kerjanya yang tersebar di berbagai negara di dunia dalam beberapa bulan terakhir.
CEO Amazon, Andy Jassy, mengatakan bahwa keputusan PHK ini berasal dari analisis prioritas dan ketidakpastian ekonomi yang sedang berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua tim menyelesaikan analisis mereka di akhir musim gugur. Mengingat ketidakpastian ekonomi tempat kami tinggal dan ketidakpastian yang ada dalam waktu dekat, kami memilih untuk lebih merampingkan biaya operasional dan jumlah karyawan kami,” katanya, dikutip dari Reuters Selasa 21 Maret 2023.
Gelombang PHK terbaru berfokus pada divis cloud dan periklanan Amazon yang selama ini menjadi salah satu pundi-pundi keuntungan perusahaan.
Pengurangan tenaga kerja juga akan terjadi pada unit streaming Amazon, Twitch, setelah gelombang PHK pertama pada November lalu yang berfokus pada perangkat perusahaan, e-commerce, dan divisi sumber daya manusia.
Akibat gelombang pemutusan kerja terbaru ini, saham Amazon (AMZN.O) di bursa efek AS anjlok 2%.
Selain Amazon, banyak raksasa teknologi lainnya seperti Microsoft, Alphabeth Inc, hingga induk Facebook Meta ikut melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya.







