Aksi Ambil Untung, Emas Berjangka Turun 0,41 Persen

- Pewarta

Jumat, 12 Juli 2019 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah pada akhir perdagangan Jumat pagi (12/7/2019), karena aksi ambil untung menyusul ekspektasi pemotongan suku bunga bank sentral AS yang mendorong sentimen positif logam kuning tersebut pada sesi sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 5,80 dolar AS atau 0,41 persen, menjadi menetap di 1.406,70 dolar per ounce.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan kepada komite Kongres pada Rabu (10/7/2019) bahwa ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global terus membebani aktivitas ekonomi dan prospek Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Powell itu dianggap dovish (sinyal pelonggaran moneter) oleh banyak pelaku pasar dan memicu ekspektasi untuk pengurangan suku bunga, yang menyebabkan jatuhnya indeks dolar AS dan mengirim emas berjangka naik tajam.

Ketika dolar AS melemah, emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Namun, mentalitas “beli rumor dan jual berita” unggul lagi pada perdagangan Kamis (11/7/2019), kata analis pasar, karena banyak investor memilih untuk meraih keuntungan dalam aksi jual.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 8 sen atau 0,53 persen menjadi ditutup pada 15,146 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 0,90 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi menetap pada 830,90 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru