MEDIA EMITEN –Indeks saham di Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu agi WIB). Sentimen inflasi yang masih tinggi membuat investor dibayangi kekhawatiran kenaikan suku bunga masih berlanjut, dan kenaikann yield obligasi terus menekan pasar saham.
Dow Jones Industrial Average naik 129,84 poin, atau 0,39% menjadi 33.826,69. S&P 500 turun 0,28% ke 4.079,09, dan Indeks Komposit Nasdaq turun 0,58% menjadi 11.787,27.
Dow turun 0,13% dalam seminggu perdagangan, minggu negatif ketiga berturut-turut –yang pertama sejak September. S&P 500 turun 0,28% untuk minggu ini, minggu negatif kedua berturut-turut. Nasdaq naik 0,59% pada minggu ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investor khawatir karena Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi yang sangat tinggi. Dalam pidato hari Jumat, Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan jalan masih panjang sebelum bank sentral mencapai target inflasi 2%.
Indeks bergerak fluktuatif di Wall Street mengikuti data ekonomi minggu ini yang menunjukkan inflasi yang tinggi, pasar kerja yang ketat dan ketahanan belanja konsumen, memberi Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan biaya pinjaman.
Goldman Sachs dan Bank of America memperkirakan tiga kenaikan suku bunga lagi tahun ini dan masing-masing sebesar seperempat poin persentase, naik dari perkiraan sebelumnya untuk dua kenaikan suku bunga.
Para pedagang memperkirakan setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi dan memproyeksikan suku bunga Fed memuncak di 5,3% pada Juli, karena bank sentral berupaya untuk mendinginkan ekonomi dan mengurangi inflasi.







