Akhir Pekan, Wall Street Ditutup Bervariasi

- Pewarta

Sabtu, 18 Februari 2023 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

MEDIA EMITEN –Indeks saham di Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu agi WIB). Sentimen inflasi yang masih tinggi membuat investor dibayangi kekhawatiran kenaikan suku bunga masih berlanjut, dan kenaikann yield obligasi terus menekan pasar saham.

Dow Jones Industrial Average naik 129,84 poin, atau 0,39% menjadi 33.826,69. S&P 500 turun 0,28% ke 4.079,09, dan Indeks Komposit Nasdaq turun 0,58% menjadi 11.787,27.

Dow turun 0,13% dalam seminggu perdagangan, minggu negatif ketiga berturut-turut –yang pertama sejak September. S&P 500 turun 0,28% untuk minggu ini, minggu negatif kedua berturut-turut. Nasdaq naik 0,59% pada minggu ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investor khawatir karena Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi yang sangat tinggi. Dalam pidato hari Jumat, Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan jalan masih panjang sebelum bank sentral mencapai target inflasi 2%.

Indeks bergerak fluktuatif di Wall Street mengikuti data ekonomi minggu ini yang menunjukkan inflasi yang tinggi, pasar kerja yang ketat dan ketahanan belanja konsumen, memberi Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan biaya pinjaman.

Goldman Sachs dan Bank of America memperkirakan tiga kenaikan suku bunga lagi tahun ini dan masing-masing sebesar seperempat poin persentase, naik dari perkiraan sebelumnya untuk dua kenaikan suku bunga.

Para pedagang memperkirakan setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi dan memproyeksikan suku bunga Fed memuncak di 5,3% pada Juli, karena bank sentral berupaya untuk mendinginkan ekonomi dan mengurangi inflasi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB