Rupiah Kembali Melemah Dipicu Alotnya Negosiasi Dagang AS-China

- Pewarta

Jumat, 1 Maret 2019 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore (28/2/2019) melemah 39 poin menjadi Rp14.069 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.030 per dolar dipicu alotnya negosiasi dagang antara dua kekuatan ekonomi besar dunia Amerika Serikat dan China.

“Hari ini rupiah melemah disebabkan sentimen negatif dari perang dagang,” kata analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

BACA JUGA : Rupiah Kamis Pagi Dibuka Melemah 37 Poin

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negosiator perdagangan utama AS Robert Lighthizer pada Rabu (27/2) malam lalumemutar balik harapan untuk kesepakatan perdagangan besar-besaran dengan China. Ia mengatakan “masih terlalu dini untuk memprediksi hasil” dari negosiasi antara AS dan China.

Ia menyatakan perlu adanya perubahan struktural yang signifikan dari pemerintah China terutama terkait pemaksaan transfer teknologi terhadap perusahaan asal AS yang menjalankan bisnisnya di China. Selain itu, ada permasalah manipulasi kurs untuk mendongkrak kinerja ekspor.

“Negosiasi menurut dia bakal berlangsung alot karena kalau China cuma janji bakal impor barang dari Amerika saja masih dipandang belum cukup. Dan seperti biasa, perang dagang selalu jadi ketakutan buat negara ‘emerging market’. Ini yang buat hari ini rupiahnya melemah,” ujarnya.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, selain sentimen perang dagang, pelemahan rupiah juga didorong oleh perlambatan ekonomi China yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

“Akibat dari sentimen perang dagang, data ekonomi China terus mengalami pelemahan diantaranya turunnya PMI manufaktur bulan ini dibandingkan Januari dan melambatnya aktivitas non manufaktur,” ujar Ibrahim.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada pagi dibuka melemah Rp14.040 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.040 per dolar AS hingga Rp14.081 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.062 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.004 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru