Harga Minyak Jatuh 3,11 Persen, Trump : OPEC Tolong Santai

- Pewarta

Selasa, 26 Februari 2019 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Harga Minyak berjangka jatuh lebih dari tiga persen pada akhir perdagangan Selasa pagi (26/2/2019) yang merupakan persentase penurunan harian terbesar tahun ini, setelah Presiden AS Donald Trump meminta OPEC mengurangi upayauntuk meningkatkan harga minyak, yang katanya “terlalu tinggi”.

Patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April merosot 2,36 dolar AS atau 3,5 persen, menjadi menetap pada 64,76 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah berjangkan AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman April turun 1,78 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi berakhir pada 55,48 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harga minyak terlalu tinggi. OPEC, tolong santai dan pelan-pelan saja. Dunia tidak bisa menerima kenaikan harga – rapuh!”, Trump menulis, dalam serangkaian tweet terbaru tentang harga minyak sejak April 2018.

Komentar Trump memicu aksi jual yang menghentikan momentum dari sesi Jumat (22/2), ketika kedua harga acuan mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga bulan karena ekspektasi pengetatan pasokan dan meningkatnya harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China.

“Saya pikir tweet itu menyebabkan banyak penurunan momentum di awal hari, dan kami belum pulih,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Michael O`Donnell, di Chicago, seperti dikutip Reuters.

Harga minyak mentah telah meningkat sekitar 20 persen sejak awal tahun ketika Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen-produsen non-anggota, seperti Rusia, memangkas produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan global.

“Trump tampaknya berusaha untuk mengelola mikro minyak … untuk mempertahankan produksi yang cukup kuat guna menjaga pasokan global dalam surplus,” kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch dalam catatan kliennya. “Tapi sejauh menyangkut Saudi, tweet hari ini bahkan bisa memberanikan upaya mereka untuk menahan diri.”

Arab Saudi baru-baru ini memperkirakan produksinya akan jatuh pada Maret lebih dari yang diantisipasi berdasarkan perjanjian pengurangan pasokan, menjadi 9,8 juta barel per hari.

Selain itu, sanksi-sanksi AS terhadap ekspor dari Iran dan Venezuela telah memperketat pasar sekalipun ketika produksi di Amerika Serikat melonjak.

“Jika Anda membaca (komentar Trump), saya kira ada spekulasi akan ada, pada kenyataannya, akan ada putaran pengabaian lain yang diberikan kepada negara-negara dan perusahaan untuk membeli minyak Iran,” kata John Kilduff, seorang mitra di Again Capital Management, mengatakan tentang tweet Trump. “Itu juga mengapa Anda melihat reaksi negatif.”

Washington mengejutkan pasar setelah memberikan keringanan kepada delapan pembeli minyak Iran ketika sanksi atas impor minyak dimulai pada November. Brent berjangka turun 22 persen bulan itu dan menguarangi pengaruh keputusan OPEC Desember untuk memotong pasokan mulai tahun 2019.

Analis Goldman Sachs mengatakan “prospek jangka pendek untuk minyak sedikit naik selama dua sampai tiga bulan ke depan”, tetapi menambahkan bahwa prospek untuk selanjutnya pada 2019 lebih lemah karena melonjaknya ekspor AS dan “ekonomi yang semakin tidak menentu, kebijakan, dan latar belakang geopolitik”. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB