IHSG Menguat Seiring Pertumbuhan Ekonomi Nasional

- Pewarta

Senin, 5 November 2018 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (5/11/2018) ditutup menguat seiring pandangan positif investor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

IHSG BEI ditutup menguat 14,30 poin atau 0,24 persen menjadi 5.920,59. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,11 poin atau 0,33 persen menjadi 944,70.

BACA JUGA : Pergerakan IHSG Senin Bervariasi Disusul Aksi Beli Dampak Morgan Stanley

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat pasar modal Aria Santoso di Jakarta, Senin mengatakan pergerakan IHSG terbantu oleh pandangan investor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup baik di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

“Di tengah situasi global yang sentimennya cenderung negatif, ekonomi kita masih cukup solid,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS), pada hari ini (Senin, 5/11) mencatat ekonomi Indonesia di triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,17 persen secara tahunan (year-on-year).

Ia menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia ke depannya juga cukup positif, hal itu tercermin dari apresiasi rupiah yang bergerak di bawah Rp15.000 per dolar AS.

Aria menambahkan penguatan IHSG juga didorong oleh ekspektasi sebagian investor bahwa bank sentral Amerika Serikat (the Fed) kemungkinan tidak menaikan suku bunganya pada akhir tahun 2018 ini.

“Tahun ini sudah cukup agresif menaikkan suku bunganya, kemungkinan mereka akan menahan kenaikannya pada akhir tahun ini agar stabilitas ekonominya terjaga, dan akan kembali menaikkan suku bunganya pada 2019,” katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (5/11) sebanyak 378.962 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,84 miliar lembar saham senilai Rp6,70 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 213 saham menurun, dan 118 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks nikkei melemah 344,67 poin (1,55 persen) ke 21.898,99, indeks Hang Seng melemah 551,95 poin (2,08 persen) ke 25.934,39, dan indeks Strait Times melemah 55,77 poin (1,79 persen) ke posisi 3.060,62. (zub)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru