Wall Street Anjlok, Indeks Kecemasan Meningkat

- Pewarta

Jumat, 22 September 2023 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jmat pagi WIB) dengan indeks kecemasan VIX meningkat hingga 15%. Pasar khawatir Federal Reserve (The Fed) makin hawkish.

Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 370,46 poin atau 1,08% ke level 34,070,42, S&P 500 (.SPX) melemah 72,2 poin atau 1,64% ke level 4,330, dan Nasdaq Composite (.IXIC) anjlok 245,14 poin atau 1,82% menjadi 13,223,99.

Selera terhadap aset-aset berisiko investor merosot karena Jerome Powell, Ketua Fed, memperingatkan bahwa perjalanan menuju target inflasi masih jauh dari sempurna.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai puncaknya dalam 16 tahun, hanya sehari setelah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve yang mengecewakan para investor.

Saham-saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga, seperti Amazon.com (AMZN.O), Nvidia Corp (NVDA.O), Apple Inc (AAPL.O), dan Alphabet Inc (GOOGL.O), menarik S&P 500 dan Nasdaq ke level penutupan terendah sejak Juni.

Sebelumnya, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga target dana Fed pada kisaran 5,25%-5,50%, sesuai dengan perkiraan pasar. Namun, perubahan proyeksi ekonomi yang lebih ketat, termasuk dot plot yang mengindikasikan suku bunga yang tinggi hingga tahun depan, telah mengurangi harapan pelonggaran kebijakan sebelum tahun 2025.

Kesebelas sektor utama S&P 500 mengalami penurunan hampir 1% atau lebih, dengan saham sektor real estate (.SPLRCR) mengalami penurunan terbesar dalam satu hari sejak Maret.

Perusahaan semikonduktor Broadcom (AVGO.O) juga mengalami penurunan sebesar 2,7% setelah laporan bahwa Alphabet, perusahaan induk Google, sedang mempertimbangkan untuk mencabut perusahaan tersebut sebagai pemasok chip kecerdasan buatan pada awal tahun 2027.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,76 miliar lembar saham, melebihi rata-rata 10,12 miliar lembar saham selama 20 hari perdagangan terakhir. Ini merupakan tanda ketegangan yang meningkat di pasar keuangan global akibat ketidakpastian seputar kebijakan moneter yang lebih ketat.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB