Wall Street Bervarisi, Nasdaq Naik Tipis

- Pewarta

Jumat, 1 September 2023 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Investor menunggu data inflasi terbaru.

Indeks Dow Jones Industial Avarege melemah 168.33 poin atau 0.48%, menjadi 34,721.91, dan S&P 500 turun 0,16% menjadi 4.507,66, dan Nasdaq menguat tipis 0,11% menjadi 14.034,97.

Investor mencermati data inflasi AS terbaru. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) inti Juli meningkat 0,2% (bulan ke bulan) dan 4,2% secara tahunan. Pencapaian ini sesuai perkiraan para ekonom yang disurvei Dow Jones. PCE inti adalah indikator inflasi yang menjadi acuan bank sentral AS, Federal Reserve dalam mengerak suku bunga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, bursa saham mengikuti obligasi, jadi penurunan berkelanjutan imbal hasil Treasury AS adalah kunci untuk menjembatani kenaikan saham, setidaknya dalam waktu dekat,” kata Wakil Presiden Calamos Investasi,Joseph Cusick.

Saham Salesforce memitigasi beberapa pelemahan Dow Jones. Saham Salesforce enguat hampir 3% setelah perusahaan perangkat lunak mengumumkan hasil kuartal kedua 2023 Rabu yang melebihi ekspektasi analis.

Investor sekarang akan mengalihkan perhatian pada data non-farm payroll yang dirilis Jumat pagi (1/9/2023). Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan penambahan 170.000. Para trader berharap laporan tersebut menunjukkan perekonomian melambat, sehingga memberikan alasan bank sentral untuk menghentikan kenaikan suku bunga acuan.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB