MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dengan Nasdaq rebound, menghentikan koreksi untuk hari ke-4 secara beruntun.
Nasdaq Composite melonjak1,6% menjadi 13.497,59, kenaikan terbesar sejak 28 Juli. S&P 500 bertambah 0,69% menjadi 4.399,77, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,11% menjadi 34.463,69.
Palo Alto Networks menguat 14,5% ditopang pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan dan Nvidia melonjak 8,3% menjelang laporan pendapatan yang dirilis pada Rabu (23/8/2023). Sementara saham Tesla dan Meta masing-masing naik 7% dan 2,4%. Adapun sektor teknologi S&P 500 naik 2,26% pada Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pergerakan tersebut terjadi meski ketika imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun naik mencapai 4,34%, posisi tertinggi sejak November 2007. Imbal hasil meningkat ketika harga obligasi turun, biasanya berdampak buruk bagi saham-saham teknologi dan saham lain karena mengurangi nilai pendapatan masa depan yang dijanjikan.
“Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun terus meningkat, meskipun saat ini berdampak positif untuk pasar, pada akhirnya akan membebani valuasi dan memberi tekanan,” kata Kepala Strategi Ekonomi ClearBridge Investments, Jeff Schulze.
Pergerakan saham Senin terjadi setelah penurunan mingguan di Wall Street, yang menambah kemerosotan pasar di akhir musim panas. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun selama 3 minggu berturut-turut, sementara Dow Jones turun mingguan terbesar sejak Maret.
Pada pinggu ini, investor mencermati pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming Jumat (25/6/2023) pagi.






