MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), imbas dari data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan sehingga memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga.
Selain itu, bank-bank besar AS juga mengalami penurunan akibat laporan lembaga pemeringkat Fitch yang mendowgrade beberapa bank.
Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 1,02% dan berakhir pada 34.946,39 poin, S&P 500 turun 1,16% menjadi 4.437,86 poin, Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 1,14% menjadi 13.631,05 poin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel tumbuh sebesar 0,7% pada bulan lalu, melampaui ekspektasi kenaikan sebesar 0,4%. Data ini mengindikasikan bahwa ekonomi AS masih tetap kuat.
Bank-bank menghadapi tekanan penurunan penjualan saham karena investor semakin cemas mengenai dampak suku bunga. Kurva imbal hasil dari obligasi pemerintah AS telah terbalik selama lebih dari satu tahun, di mana obligasi jangka panjang menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen utang jangka pendek. Situasi ini mengurangi potensi keuntungan yang dapat diperoleh oleh bank dari pinjaman.
Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, mengatakan, mungkin akan berakhir dengan kurva imbal hasil terbalik lebih lama dari yang diantisipasi, bahkan jika kita tidak berakhir dengan resesi ekonomi.
Saham-saham bank utama seperti JPMorgan Chase, Bank of America, dan Wells Fargo juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,5%, 3,2%, dan 2,3% akibat laporan bahwa lembaga pemeringkat Fitch dapat menurunkan peringkat beberapa bank.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Selain itu, sektor-sektor utama S&P 500 mengalami penurunan, termasuk saham-saham di sektor energi yang memimpin penurunan akibat melemahnya harga minyak mentah. Saham-saham teknologi memiliki performa sedikit lebih baik, terutama saham Nvidia yang naik sebesar 0,4% setelah UBS dan Wells Fargo menaikkan target harga mereka untuk saham tersebut.
Volume perdagangan di bursa saham AS relatif ringan, dengan 10,1 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 10,9 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.






