Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Masih Menghijau

- Pewarta

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Dow berhasil bertahan di zona hijau.

Dow Jones Industrial Average naik 105,25 poin, atau sekitar 0,3% menjadi 35.281,4. Indeks S&P 500 melemah 4,78 poin, atau sekitar 0,11% menjadi 4.464,05. Indeks komposit Nasdaq turun 76,18 poin, atau sekitar 0,56% menjadi 13.644,85.

Dalam sepekan terakhir, indeks Dow Jones naik 0,6%, sedangkan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq masing-masing turun 0,3% dan 1,9%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq melemah dipicu peningkatan indeks harga produsen sebesar 0,8% year-on-year pada Juli yang melampaui ekspektasi. Peningkatan indeks harga produsen membuat imbal hasil obligasi AS bergerak naik dan saham yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga merosot.

Saham Tesla, Meta Platforms Inc, dan Microsoft melemah antara 0,6% dan 1,3%. Saham Nvidia terjun 3,6%, membuat indeks semikonduktor anjlok 2,3%,

Indeks Dow Jones terdongkrak penguatan saham sektor kesehatan dan energi. Saham Occidental Petroleum melonjak 3,3% usai menerima dana bantuan dari pemerintah AS dalam mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu data inflasi AS. Harga emas untuk pengiriman September 2023 naik 0,1% menjadi US$1.950,20 per ounce.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,32% menjadi 102,85.

Bursa saham Eropa melemah pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,1%, dipicu penurunan saham sektor teknologi dan properti.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 94,44 poin, atau sekitar 1,24%, menjadi 7.524,16. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 164,35 poin, atau sekitar 1,03% menjadi 15.832,17.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB