Fed Naikkan Bunga Acuan 0,25%

- Pewarta

Kamis, 27 Juli 2023 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Ketua Federal Reserve Jerome Powell/Dok

Foto ilustrasi: Ketua Federal Reserve Jerome Powell/Dok

MEDIA EMITEN – Bank Sentral AS, Federal Reserve, memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,25% menjadi 5,25%-5,5%, level tertinggi sejak 22 tahun.

Sesuai prediksi pasar keuangan, Komite Pasar Terbuka Federal Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) menaikkan suku bunga seperempat poin persentase ke kisaran target 5,25%-5,5%. Titik tengah kisaran target tersebut akan menjadi level tertinggi suku bunga acuan sejak awal tahun 2001.

Investor melihat sinyal bahwa kenaikan itu bisa menjadi yang terakhir setelah pejabat the Fed melihat dampak kenaikan bunga sebelumnya pada kondisi ekonomi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi agak moderat sejak pertengahan tahun 2022, tetapi masih jauh dari target Fed 2%. Namun, Powell sepertinya akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan Fed berikutnya bulan September.

Kemungkinan The Fed akan mengumpulkan dana lagi pada pertemuan September jika datanya benar, saya juga akan mengatakan bahwa kami akan memilih untuk tetap stabil dan kami akan membuat penilaian cermat, dalam pertemuan demi pertemuan,” kata Powell pada konferensi pers setelah keputusan tersebut dikutip CNBC International.

Powell mengatakan FOMC akan menilai seluruh data yang masuk serta implikasinya terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi.

Bursa AS sempat rebound (menguat) setelah pertemuan The Fed, tetapi berakhir beragam. Dow Jones Industrial Average melanjutkan kenaikan, tetapi S&P 500 dan Nasdaq Composite melemah. Imbal hasil Treasury juga bergerak lebih rendah.

Sudah waktunya bagi Fed memberikan waktu pada ekonomi untuk menyerap dampak kenaikan suku bunga di masa lalu,” kata Kepala Ekonom AS di RSM, Joe Brusuelas.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB