Wall Street Ditutup Turun di Tengah Ketidakpastian Global

- Pewarta

Selasa, 27 Juni 2023 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITENTiga indeks saham di Wall Street turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) di tengah ketidakpastian global dengan mencermati situasi di Rusia dan kegelisahan seputar ekonomi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 12,72 poin atau 0,04% menjadi 33.714,71 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 19,51 poin atau 0,45% menjadi 4.328,82 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 156,74 poin atau 1,16% menjadi ditutup pada 13.335,78 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan real estat dan energi memimpin kenaikan masing-masing menguat 2,21% dan 1,71%. Sementara itu, sektor jasa-jasa komunikasi dan konsumer non-primer memimpin penurunan dengan masing-masing jatuh 1,88% dan 1,25%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS turun pada Senin (26/6/2023) karena investor memantau situasi di Rusia menyusul pemberontakan singkat oleh kelompok tentara bayaran selama akhir pekan. Ketidakpastian tentang situasi di sana dapat membuat pasar gelisah.

Sementara itu, kekhawatiran tentang prospek ekonomi global berlanjut setelah penurunan tajam Indeks Iklim Bisnis Ifo Jerman. Indeks yang diawasi ketat turun menjadi 88,5 pada Juni dari revisi turun 91,5 pada Mei, menunjuk ke resesi yang lebih panjang, menurut data yang dikeluarkan oleh Ifo Institute pada Senin (26/6/2023). 

Beberapa analis percaya bahwa pengetatan yang berlebihan akan menyebabkan penurunan ekonomi yang tajam secara global, menyusul serangkaian kenaikan suku bunga oleh bank sentral Eropa minggu lalu.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa banyak pejabat Fed mendukung dua kenaikan suku bunga seperempat poin lagi, dengan sikap hawkish mereka terus membebani sentimen pasar sejak pekan lalu. 

Investor juga mencermati saham-saham teknologi. Kemunduran raksasa teknologi berkontribusi besar pada penurunan tajam Indeks Komposit Nasdaq pada Senin (26/6/2023). Platform Meta, Nvidia dan Alphabet masing-masing turun lebih dari 3%. Tesla anjlok lebih dari 6% setelah menerima penurunan peringkat lagi dari Goldman Sachs.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB