Wall Street Ditutup Mix, Cermati Kebijakan Bank Sentral Global

- Pewarta

Jumat, 23 Juni 2023 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITENWall Street ditutup mix (beragam) pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Investor mencermati perkembangan terbaru dari bank-bank sentral global.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 4,81 poin atau 0,01% menjadi 33.946,71 poin. Indeks S&P 500 bertambah 16,20 poin atau 0,37% menjadi 4.381,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 128,41 poin atau 0,95% menjadi 13.630,61 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan real estat dan energi memimpin penurunan masing-masing terpangkas 1,44% dan 1,3%. Sementara itu, sektor konsumer non-primer dan jasa-jasa komunikasi memimpin penguatan dengan masing-masing terangkat 1,53% dan 1,15%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investor mencermati kesaksian Powell di depan Kongres minggu ini. Powell mengatakan mengembalikan inflasi ke target 2% sangat penting untuk mendukung kesehatan jangka panjang ekonomi AS, menambahkan bahwa lebih banyak kenaikan suku bunga mungkin diperlukan tahun ini.

Hawkish dan dovish memasuki medan perang pada pertemuan Fed pada Juni, memperdebatkan sejauh mana kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan dan seberapa kuat untuk menyampaikannya, kata Ellen Zentner, kepala ekonom AS di Morgan Stanley.

Bank Sentral Inggris menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, langkah yang lebih besar dari perkiraan, yang mengikuti langkah serupa dari Bank Sentral Swiss dan Bank Sentral Norwegia pada Kamis (22/6/2023).

Investor juga mencerna sejumlah data ekonomi baru yang dirilis pada Kamis. Klaim pengangguran awal AS bertahan di 264.000 dalam pekan yang berakhir 17 Juni, sejalan dengan revisi minggu sebelumnya, masih merupakan level tertinggi sejak akhir 2021, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Penjualan rumah yang ada atau existing home di AS naik 0,2% bulan lalu dari April ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,3 juta unit, turun 20,4% dari tahun lalu, menurut data yang dirilis oleh National Association of Realtors (NAR).

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:47 WIB