Wall Street Ditutup Beragam, Respons Fed

- Pewarta

Kamis, 15 Juni 2023 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITENTiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), merespons kebijakan Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya tetapi masih memberi sinyal hawkish dengan memperkirakan ada dua kali kenaikan lagi suku bunga tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 232,79 poin atau 0,68% menjadi 33.979,33 poin. Indeks S&P 500 bertambah 3,58 poin atau 0,08% menjadi 4.372,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 53,16 poin atau 0,39% menjadi 13.626,48 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan kesehatan memimpin penurunan masing-masing melemah 1,12%. Sementara itu, saham teknologi dan bahan pokok konsumen memimpin penguatan masing-masing naik 1,14% dan 0,56%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS ditutup beragam setelah memulihkan kerugian awal ketika Fed mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, tetapi mengisyaratkan kemungkinan untuk melanjutkan kampanye kenaikan suku bunganya hingga akhir tahun ini.

Keputusan Fed membiarkan suku bunga acuan dalam kisaran target 5% hingga 5,25%, tetapi diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke setinggi 5,6% pada akhir tahun. Keputusan kebijakan moneter Rabu (14/6/2023) ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal jeda hawkish (pengetatan moneter). 

“Pernyataan dan proyeksi Fed sangat hawkish tetapi penekanan Powell agak optimis mengenai pertarungan inflasi mereka dan tidak berkomitmen untuk kenaikan suku bunga Juli,” kata Moya, analis pasar senior di OANDA.

Dalam data ekonomi AS pada Rabu (14/6/2023), indeks harga produsen (IHP) turun 0,3% pada Mei, penurunan yang lebih besar dari yang diperkirakan, menandai penurunan ketiga dalam empat bulan terakhir, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Sementara itu, indikator jalur inflasi naik 1,1% secara tahunan pada Mei, turun dari kenaikan 2,3% yang tercatat pada April.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru