MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup mix (bervariasi) pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Investor khawatir Federal Reserve tetap hawkish, belum selesai dengan siklus pengetatannya dalam pertemuannya minggu depan.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 91,74 poin atau 0,27% menjadi 33.665,02 poin. Indeks S&P 500 melemah 16,33 poin atau 0,38% menjadi 4.267,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun171,52 poin atau 1,29% menjadi menjadi 13.104,90 poin.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan real estat memimpin kenaikan masing-masing terangkat 2,65% dan 1,75%. Sementara itu, sektor jasa komunikasi dan teknologi memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 1,87%dan 1,62%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham-saham AS sebagian besar lebih rendah pada Rabu (7/6/2023) di tengah kekhawatiran atas keputusan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan. Keputusan tak terduga bank sentral Kanada untuk menaikkan suku bunga dan melanjutkan pengetatan moneter membuat investor merasa khawatir dengan situasi serupa di Amerika Serikat.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memiliki kemungkinan sekitar 35% untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan 14 Juni, menurut data dari CME FedWatch Tool.
Tampaknya ada cukup dukungan pada FOMC untuk jeda dalam menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, tetapi pernyataan dan proyeksi baru akan memperjelas bahwa ini bukanlah akhir dari siklus kenaikan, menurut Andrew Hunter, wakil kepala ekonom AS di Capital Economics.
Investor juga mempertimbangkan implikasi dari kesepakatan pagu utang dan bersiap menghadapi membanjirnya obligasi pemerintah lebih dari 1 triliun dolar AS, dengan kekhawatiran bahwa kebutuhan Departemen Keuangan untuk mengisi kembali uang tunai dapat menguras likuiditas dari sistem keuangan dan memicu serangan baru volatilitas di pasar keuangan.
Baca Juga:
Hisense Gelar Instalasi Interaktif Bertema RGB, Dukung Euforia FIFA World Cup 2026™ di New York
Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan Rabu (7/6/2023) bahwa defisit perdagangan internasional AS melonjak pada April ke level tertinggi enam bulan sebesar US$ 74,6 miliar, dari US$ 60,6 miliar pada Maret, sebuah tren yang dapat mengakibatkan perdagangan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi.







