MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street lebih ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor menunggu pemungutan suara DPR (voting) mengenai kesepakatan plafon utang untuk mencegah potensi gagal bayar.
Pasar juga menuggu data pasar tenaga kerja yang kuat membuat investor khawatir Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi pada Juni.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 134,51 poin atau 0,41% menjadi 32.908,27 poin. Indeks S&P 500 turun 25,69 poin atau 0,61% menjadi 4.179,83 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 82,14 poin atau 0,63% menjadi ditutup pada 12.935,28 poin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan industri memimpin penurunan, masing-masing merosot 1,88% dan 1,4%. Sementara itu, sektor utilitas dan kesehatan memimpin penguatan dengan masing-masing naik 0,96% dan 0,85%.
Indeks saham memangkas kerugian pada Rabu (31/5/2023) sore setelah beberapa gubernur bank sentral mengisyaratkan bahwa mungkin tepat untuk “melewati” kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve mendatang pada Juni.
Gubernur Federal Reserve Philip Jefferson mengatakan bahwa bahkan jika bank sentral memilih untuk melewatkan kenaikan pada Juni, itu tidak berarti Fed selesai menaikkan suku bunga.
Sementara itu, Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja atau laporan JOLTS, dari Departemen Tenaga Kerja mengungkapkan 10,1 juta lowongan pekerjaan pada hari kerja terakhir April, meningkat dari revisi naik menjadi 9,8 juta pada Maret, menunjukkan pasar tenaga kerja yang ketat yang dapat memaksa Fed menaikkan suku bunga lagi pada Juni.
Baca Juga:
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Data JOLTS mengingatkan Wall Street bahwa ekonomi memiliki pasar tenaga kerja yang tidak ingin rusak, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.







