Saham Asia Dibuka Mix, Negosiasi Debt Ceiling Jadi Perhatian

- Pewarta

Senin, 22 Mei 2023 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa Saham Asia/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa Saham Asia/Dok.

MEDIA EMITEN – Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik diperdagangkan beragam (mix) pada Senin 22 Mi 2023. Investor mencermati pembicaraan tentang plafon utang dijadwalkan untuk dilanjutkan di AS.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,11% dan Topix diperdagangkan mendekati garis datar setelah kinerjanya yang lebih baik minggu lalu. Investor akan mencerna lebih lanjut pesanan mesin Jepang untuk bulan Maret pada hari Senin.

Di Australia, S&P/ASX 200 sedikit lebih rendah.
Kospi Korea Selatan sedikit lebih tinggi. Sebaliknya, Kosdaq mengalami kerugian 0,34%.

Indeks Hang Seng Hong Kong terlihat sedikit turun, dengan kontrak berjangka di 19.410 dibandingkan dengan penutupannya di 19.450,57. Suku bunga dasar pinjaman China 1 tahun dan 5 tahun untuk bulan Mei dijadwalkan akan dirilis hari ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham di Wall Street jatuh pada hari Jumat karena pembicaraan tentang plafon utang AS dihentikan, memicu keraguan kesepakatan akan segera tercapai sementara S&P 500 mencatat minggu terbaiknya sejak Maret. Dow Jones Industrial Average turun 0,33%, dan Nasdaq Composite turun 0,24%.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell sementara itu mengatakan bahwa suku bunga mungkin tidak harus naik sebanyak yang diharapkan untuk mengekang inflasi, mengingat tekanan sektor perbankan saat ini.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB