MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street melanjutkan kenaikan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Pasar optimisme bahwa kesepakatan plafon utang AS dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 115,14 poin atau 0,34% menjadi 33.535,91 poin. Indeks S&P 500 naik 39,28 poin atau 0,94% menjadi 4.198,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq melesat 188,27 poin atau 1,51% menjadi 12.688,84 poin.
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa-jasa teknologi dan komunikasi memimpin kenaikan, masing-masing menguat 2,06% dan 1,79%. Sementara itu, sektor real estat dan bahan pokok konsumen memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,68%dan 0,44%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investor semakin yakin bahwa Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Kongres tampaknya memiliki pemahaman yang sama tentang mencapai kompromi untuk mencegah bencana gagal bayar utang AS.
Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan Kamis (18/5/2023) dia optimis bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan plafon utang pada waktunya untuk pemungutan suara Dewan Perwakilan Rakyat paling cepat minggu depan.
Investor juga mencerna sejumlah data ekonomi, serta pernyataan yang relatif hawkish dari seorang bankir bank sentral.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (18/5/2023) bahwa klaim pengangguran baru turun menjadi 242.000 dalam pekan yang berakhir 13 Mei, dibandingkan dengan ekspektasi para ekonom 254.000 dan minggu sebelumnya 264.000.
Baca Juga:
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
National Association of Realtors (NAR) mengatakan Kamis (18/5/2023) bahwa penjualan rumah yang ada turun 3,4 persen pada April dari Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 4,28 juta unit.
“Kombinasi perolehan pekerjaan, persediaan terbatas, dan suku bunga hipotek yang berfluktuasi selama beberapa bulan terakhir telah menciptakan lingkungan permintaan perumahan yang kuat,” kata Kepala Ekonom NAR Lawrence Yun.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan mengatakan Kamis (18/5/2023) bahwa data ekonomi sejauh ini tidak membenarkan melewatkan kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral pada Juni.
Investor bullish tampaknya melihat jeda potensial sebagai peluang pembelian saham, berdasarkan keyakinan bahwa Fed akan segera mulai memangkas suku bunga, yang akan mendukung valuasi ekuitas yang lebih tinggi, kata CIO Morgan Stanley Wealth Management, Lisa Shalett.
Baca Juga:
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
“Namun, tanda-tanda baru-baru ini dari inflasi yang persisten menunjukkan bahwa Fed malah dapat mempertahankan suku bunga lebih lama. Terlebih lagi, melihat siklus kenaikan suku bunga di masa lalu menunjukkan bahwa lebih banyak tekanan ekonomi dan pasar mungkin akan terjadi,” kata Shalett.








