MEDIA EMITEN – Presiden Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy meyakinkan warga AS bahwa utang pemerintah tidak akan mengalami default, meskipun masih ada masalah untuk menaikkan pagu utang (debt ceiling).
“Saya pikir pada akhirnya kita tidak akan mengalami default utang,” kata Ketua DPR Kevin McCarthy kepada CNBC internasional, Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB).
Presiden Joe Biden juga mengungkapkan pandangan yang sama dalam pernyataannya dari Gedung Putih, “Kita akan bersatu karena tidak ada alternatif. Setiap pemimpin memahami konsekuensi dari kegagalan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Biden berbicara beberapa menit sebelum ia meninggalkan Washington untuk kunjungan singkat ke Asia, di mana ia berencana menghadiri pertemuan G-7. Dia juga mengatakan bahwa dia akan mengadakan konferensi pers pada hari Minggu setelah kembali untuk membagikan perkembangan terkini mengenai negosiasi.
Pernyataan Ketua DPR dan presiden tersebut adalah tanda terbaru bahwa negosiasi yang telah terhenti selama berbulan-bulan kini memasuki fase yang lebih serius dan konkret, serta mungkin semakin dekat dengan kesepakatan.
Negosiasi Pemerintah dan Kongres untuk menaikkan batas utang mulai kehabisan waktu sebelum batas waktu 1 Juni, ketika pemerintah akan kehabisan uang. McCarthy bertemu dengan Biden pada hari Selasa di Gedung Putih bersama Wakil Presiden Kamala Harris dan pemimpin kongres lainnya dalam upaya mencapai kesepakatan sebelum presiden berangkat ke Jepang.
McCarthy otimis mengenai erkembangan ngosiasi, dan ia mengatakan sangat erbantu oleh kemauan Biden untuk negosiasi. “Satu-satunya hal yang saya yakin adalah bahwa sekarang kita memiliki kerangka kerja untuk menemukan cara untuk mencapai kesimpulan,” katanya.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Menaikkan batas utang diperlukan agar pemerintah dapat menutupi komitmen pengeluaran yang telah disetujui oleh Kongres dan presiden, serta mencegah terjadinya default. Namun, anggota Partai Republik di DPR mengatakan bahwa mereka tidak akan menaikkan batas tersebut jika Biden dan anggota kongres tidak setuju untuk melakukan pemotongan pengeluaran di masa depan.
Jika terjadi default pada utang negara, itu akan menghancurkan perekonomian dan mengguncang pasar global. Default pada obligasi pemerintah dapat mengacaukan perekonomian AS. Terakhir kali anggota Kongres dari Partai Republik mengancam akan default pada tahun 2011, Standard & Poor’s menurunkan peringkat kredit AS untuk pertama kalinya menjadi AA+ dari AAA.







