Biden dan McCarthy Yakinkan Utang AS Tidak Default

- Pewarta

Kamis, 18 Mei 2023 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden/IST.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden/IST.

 MEDIA EMITEN – Presiden Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy meyakinkan warga AS bahwa utang  pemerintah tidak akan mengalami default, meskipun masih ada masalah untuk menaikkan pagu utang (debt ceiling).

“Saya pikir pada akhirnya kita tidak akan mengalami default utang,” kata Ketua DPR Kevin McCarthy kepada CNBC internasional, Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Presiden Joe Biden juga mengungkapkan pandangan yang sama dalam pernyataannya dari Gedung Putih, “Kita akan bersatu karena tidak ada alternatif. Setiap pemimpin memahami konsekuensi dari kegagalan.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biden berbicara beberapa menit sebelum ia meninggalkan Washington untuk kunjungan singkat ke Asia, di mana ia berencana menghadiri pertemuan G-7. Dia juga mengatakan bahwa dia akan mengadakan konferensi pers pada hari Minggu setelah kembali untuk membagikan perkembangan terkini mengenai negosiasi.

Pernyataan Ketua DPR dan presiden tersebut adalah tanda terbaru bahwa negosiasi yang telah terhenti selama berbulan-bulan kini memasuki fase yang lebih serius dan konkret, serta mungkin semakin dekat dengan kesepakatan.

Negosiasi Pemerintah dan Kongres untuk menaikkan batas utang mulai kehabisan waktu sebelum batas waktu 1 Juni, ketika pemerintah akan kehabisan uang. McCarthy bertemu dengan Biden pada hari Selasa di Gedung Putih bersama Wakil Presiden Kamala Harris dan pemimpin kongres lainnya dalam upaya mencapai kesepakatan sebelum presiden berangkat ke Jepang.

McCarthy otimis mengenai erkembangan ngosiasi, dan ia mengatakan sangat erbantu oleh kemauan Biden untuk negosiasi. “Satu-satunya hal yang saya yakin adalah bahwa sekarang kita memiliki kerangka kerja untuk menemukan cara untuk mencapai kesimpulan,” katanya.

Menaikkan batas utang diperlukan agar pemerintah dapat menutupi komitmen pengeluaran yang telah disetujui oleh Kongres dan presiden, serta mencegah terjadinya default. Namun, anggota Partai Republik di DPR mengatakan bahwa mereka tidak akan menaikkan batas tersebut jika Biden dan anggota kongres tidak setuju untuk melakukan pemotongan pengeluaran di masa depan.

Jika terjadi default pada utang negara, itu akan menghancurkan perekonomian dan mengguncang pasar global. Default pada obligasi pemerintah dapat mengacaukan perekonomian AS. Terakhir kali anggota Kongres dari Partai Republik mengancam akan default pada tahun 2011, Standard & Poor’s menurunkan peringkat kredit AS untuk pertama kalinya menjadi AA+ dari AAA.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB