Wall Street Ditutup Menguat Tajam, Optimis Tidak Terjadi Debt Default

- Pewarta

Kamis, 18 Mei 2023 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

MEDIA EMITEN Tiga indeks utama saham Wall Street menguat tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pasar optimis adanya kesepakatan plafon utang di Amerika Serikat yang dapat menghindari gagal bayar (debt default) pada 1 Juni.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 408,63 poin atau 1,24% menjadi 33.420,77 poin. Indeks S&P 500 naik 48,87 poin atau 1,19% menjadi 4.158,77 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 157,52 poin atau 1,28% menjadi 12.500,57 poin.

Sembilan dari 11 saham sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor keuangan dan energi memimpin penguatan dengan masing-masing naik 2,09% dan 2,07%, Sektor utilitas dan bahan pokok konsumen melawan tren dengan masing-masing kehilangan 0,36% dan 0,1%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS diperdagangkan naik tajam didorong oleh harapan kesepakatan plafon utang. Presiden AS Joe Biden terdengar optimis Rabu (17/5/2023) ketika Gedung Putih dan para pemimpin Kongres terus bekerja pada kesepakatan bipartisan untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah federal dan menghindari gagal bayar AS.

“Saya yakin kita akan mendapatkan kesepakatan tentang anggaran, dan Amerika tidak akan gagal bayar,” kata Biden dalam pidatonya.

Kemajuan marjinal selama negosiasi plafon utang menghilangkan ketakutan investor akan kemungkinan gagal bayar utang pemerintah, kata Jose Torres, ekonom senior di Interactive Brokers.

Kenaikan saham bank-bank regional juga memberikan dorongan untuk sentimen pasar, setelah Western Alliance mengungkapkan pertumbuhan simpanan yang menggembirakan di kuartal kedua.

Sementara itu, Biro Sensus AS melaporkan Rabu (17/5/2023) bahwa perumahan baru dibangun milik pribadi naik 2,2% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,4 juta unit pada April, meningkat dari tingkat revisi Maret sebesar 1,37 juta unit. Data terbaru kira-kira sejalan dengan ekspektasi pasar. Pembangun rumah melihat permintaan lanjutan dari pembeli rumah.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB