Fed Naikkan Suku Bunga 0,25%

- Pewarta

Kamis, 23 Maret 2023 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

MEDIA EMITEN – Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin atau 0,25%. Keputusan The Fed ini mendorong suku bunga naik ke kisaran 4,75- 5%, level tertinggi sejak 2007.

Keniakkan suku bunga ini merupakan yang ke-sembilan kali ketika AS tengah berjuang melawan inflasi dan krisis di industri perbankan.

The Fed mempertahankan ‘terminal rate’, atau tingkat di mana suku bunga acuan Fed akan mencapai puncaknya, tidak berubah dari perkiraan terakhir pada Desember di 5,1% atau setara dengan kisaran target 5%-5,25%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data dot plot, yang digunakan Fed untuk memberi sinyal prospek jalur suku bunga, menunjukkan bahwa mayoritas pejabat, 10 dari 18 anggota, mengharapkan hanya satu kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini. “Tujuh pejabat Fed melihat suku bunga akan lebih tinggi dari 5,1%,” kata FOMC dikutip CNBC International pada Kamis 23 Maret 2023.

Untuk 2024, Federal Open Market Committee (FOMC) yang menetapkan suku bunga memproyeksikan bahwa suku bunga akan turun menjadi 4,3%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan bulan Desember sebesar 4,1%.

Prakiraan terbaru datang di tengah kekacauan perbankan pada bulan Maret. The Fed dan regulator lainnya melangkah dengan tindakan darurat untuk melindungi deposan di bank gagal. Namun kekhawatiran masih ada soal simpanan di beberapa bank regional.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, pasar salah ketika menilai penurunan suku bunga akhir tahun ini. “Peserta tidak melihat penurunan suku bunga tahun ini. Mereka tidak melakukannya,” katanya.

Pejabat Fed juga memperbarui proyeksi ekonomi mereka. Mereka sedikit menaikkan ekspektasi inflasi, dengan tingkat 3,3% untuk tahun 2023, dibandingkan 3,1% pada bulan Desember. Pengangguran diturunkan menjadi 4,5%, sementara prospek PDB turun menjadi 0,4%.

Perkiraan untuk dua tahun ke depan sedikit berubah, kecuali proyeksi PDB pada tahun 2024 turun menjadi 1,2% dari 1,6% pada bulan Desember.

Inflasi terus terjadi dan pasar lapangan pekerjaan tetap kuat, sebuah tren yang menunjukkan bahwa The Fed masih memiliki banyak pekerjaan untuk memperlambat ekonomi dan mengendalikan inflasi.

Tugas The Fed juga semakin diperumit dengan krisis perbankan di Negeri Paman Sam dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu bank terbesar di AS, Silicon Valley Bank (SVB) bangkrut dan diambil alih oleh regulator setempat.

Keruntuhan bank yang didirikan pada 1983 ini merupakan gejolak di industri perbankan terbesar sejak krisis keuangan 2008 lalu.

The Fed pun mengakui bahwa kondisi perbankan Negeri Paman Sam saat ini bisa berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi, terutama sektor rumah tangga dan bisnis.

Runtuhnya bank pemberi modal bagi perusahaan rintisan (startup) dan teknologi ini terjadi usai mengalami krisis modal selama 48 jam.

Regulator resmi menutup bank ini dan menempatkannya di bawah kendali Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) sebagai pihak yang melikuidasi aset-aset bank untuk membayar dana nasabah.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB