MEDIA EMITEN – Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin atau 0,25%. Keputusan The Fed ini mendorong suku bunga naik ke kisaran 4,75- 5%, level tertinggi sejak 2007.
Keniakkan suku bunga ini merupakan yang ke-sembilan kali ketika AS tengah berjuang melawan inflasi dan krisis di industri perbankan.
The Fed mempertahankan ‘terminal rate’, atau tingkat di mana suku bunga acuan Fed akan mencapai puncaknya, tidak berubah dari perkiraan terakhir pada Desember di 5,1% atau setara dengan kisaran target 5%-5,25%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data dot plot, yang digunakan Fed untuk memberi sinyal prospek jalur suku bunga, menunjukkan bahwa mayoritas pejabat, 10 dari 18 anggota, mengharapkan hanya satu kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini. “Tujuh pejabat Fed melihat suku bunga akan lebih tinggi dari 5,1%,” kata FOMC dikutip CNBC International pada Kamis 23 Maret 2023.
Untuk 2024, Federal Open Market Committee (FOMC) yang menetapkan suku bunga memproyeksikan bahwa suku bunga akan turun menjadi 4,3%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan bulan Desember sebesar 4,1%.
Prakiraan terbaru datang di tengah kekacauan perbankan pada bulan Maret. The Fed dan regulator lainnya melangkah dengan tindakan darurat untuk melindungi deposan di bank gagal. Namun kekhawatiran masih ada soal simpanan di beberapa bank regional.
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, pasar salah ketika menilai penurunan suku bunga akhir tahun ini. “Peserta tidak melihat penurunan suku bunga tahun ini. Mereka tidak melakukannya,” katanya.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Pejabat Fed juga memperbarui proyeksi ekonomi mereka. Mereka sedikit menaikkan ekspektasi inflasi, dengan tingkat 3,3% untuk tahun 2023, dibandingkan 3,1% pada bulan Desember. Pengangguran diturunkan menjadi 4,5%, sementara prospek PDB turun menjadi 0,4%.
Perkiraan untuk dua tahun ke depan sedikit berubah, kecuali proyeksi PDB pada tahun 2024 turun menjadi 1,2% dari 1,6% pada bulan Desember.
Inflasi terus terjadi dan pasar lapangan pekerjaan tetap kuat, sebuah tren yang menunjukkan bahwa The Fed masih memiliki banyak pekerjaan untuk memperlambat ekonomi dan mengendalikan inflasi.
Tugas The Fed juga semakin diperumit dengan krisis perbankan di Negeri Paman Sam dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu bank terbesar di AS, Silicon Valley Bank (SVB) bangkrut dan diambil alih oleh regulator setempat.
Baca Juga:
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
Coda Perluas Upaya Pencegahan Penipuan melalui Kampanye Terbaru Guard Your Game
Keruntuhan bank yang didirikan pada 1983 ini merupakan gejolak di industri perbankan terbesar sejak krisis keuangan 2008 lalu.
The Fed pun mengakui bahwa kondisi perbankan Negeri Paman Sam saat ini bisa berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi, terutama sektor rumah tangga dan bisnis.
Runtuhnya bank pemberi modal bagi perusahaan rintisan (startup) dan teknologi ini terjadi usai mengalami krisis modal selama 48 jam.
Regulator resmi menutup bank ini dan menempatkannya di bawah kendali Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) sebagai pihak yang melikuidasi aset-aset bank untuk membayar dana nasabah.







