MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street, AS, ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan saham bank karena investor khawatir penularan dari keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB). Namun, Nasdaq menguat menyusul turunnya imbal hasil (yield) obligasi AS.
Dow Jones Industrial Average turun 90,50 poin atau 0,28%, S&P 500 melemah 5,83 poin atau 0,15%. Di sisi lain, Nasdaq Composite yang dipenuhi saham teknologi melawan tren, naik 0,45%, karena beberapa investor bertaruh keruntuhan di Silicon Valley Bank dapat diartikan Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga terlalu tinggi di masa depan.
“Apa yang telah kita lihat dalam seminggu terakhir, adalah tembakan pertama efek pengetatan,” kata analis Evercore ISI Julian Emanuel dikutip CNBC International Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara First Republic Bank melonjak sekitar 17% dalam perdagangan Senin, setelah sempat turun 61,8% di tengah kekhawatiran lebih luas saham bank setelah jatuhnya Silicon Valley Bank.
Saham bank lain juga rebound. ETF Perbankan Regional SPDR S&P naik 1,1%. Saham KeyCorp bertambah 5,8%.
Saham Gitlab anjlok 31% setelah perusahaan perangkat lunak itu mengeluarkan prospek lebih lemah dari perkiraan. Gitlab memproyeksi pendapatan tahun 2024 sebesar US$ 529 juta dan US$ 533 juta pada tahun 2023, lebih rendah dari ekspektasi sebesar US$ 586,4 juta, menurut Refinitiv.
Investor mengantisipasi data inflasi terbaru yang akan keluar Selasa (14/3/2023). Indeks harga konsumen Februari diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,4% bulan Februari, menurut perkiraan konsensus Dow Jones. Itu turun dari kenaikan 0,5% bulan sebelumnya.






