Wall Street Ditutup Beragam, Imbal Hasil Obligasi Naik

- Pewarta

Kamis, 2 Maret 2023 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

IndeksS&P 500 dan Nasdaq jatuh untuk sesi kedua berturut-turut setelah data manufaktur mengindikasikan inflasi kemungkinan akan tetap tinggi.

S&P 500 turun 0,47% menjadi 3.951,39, Nasdaq Composite kehilangan 0,66% menjadi 11.379,48 dan Dow Jones Industrial Average blue-chip mengakhiri perdagangan naik 5,14 poin mencapai 32.661,84.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pergerakan bursa AS terjadi karena imbal hasil obligasi memperpanjang kenaikan dari Februari. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai 4%, untuk pertama kalinya sejak November. Sementara imbal hasil treasury tenor 1 tahun naik di atas 5%.

Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari pada Rabu mengatakan “terbuka kemungkinan” kenaikan suku bunga yang lebih besar pada pertemuan kebijakan bulan ini. Apakah itu 25 atau 50 basis poin.

“Kinerja dua bulan pertama bursa AS termasuk Nasdaq tahun ini terutama dipengaruhi perubahan ekspektasi kebijakan moneter pada tahun 2023,” kata Direktur Investasi di Manajemen Kekayaan Bank AS, William Northey dikutip CNBC International.

Sentimen pasar saham awalnya mendapat dorongan setelah rilis data Tiongkok lebih kuat dari perkiraan. Biro Statistik Nasional negara itu mengatakan purchaisng manager index (PMI) manufaktur naik menjadi 52,6 pada Februari, tertinggi sejak April 2012.

Pergerakan itu terjadi setelah Wall Street menutup Februari kelabu pada Selasa. Penurunan Februari menyeret Dow Jones ke wilayah negatif untuk tahun 2023. Sementara dua indeks lainnya masih mempertahankan kenaikannya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB