MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street kembali koreksi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dalam sesi yang fluktuatif.
Dow Jones Industrial Average turun 232,39 poin atau 0,7% menjadi 32.656,70. S&P 500 melemah 0,3% menjadi 3.970,15, dan Nasdaq Composite ditutup tergerus 0,1% pada 11.455,54.
Semua indeks utama bursa AS membukukan bulan negatif kedua dalam 3 bulan terakhir. Dow Jones melemah 4,19% untuk bulan ini dan telah turun 1,48% sepanjang 2023. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun sekitar 2,61% dan 1,11% pada bulan Februari, tetapi masih lebih tinggi dari tahun ke tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelemahan bursa AS terjadi setelah awal tahun sempat menguat. S&P 500 menguat lebih 6% di bulan Januari 2023. Namun, lonjakan tajam imbal hasil Treasury atau obligasi pemerintah AS bulan Februari merusak sentimen investor saham. Para trader khawatir suku bunga Federal Reserve, The Fed yang lebih tinggi akan bertahan lebih lama.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November.
“Sebagian besar investor mengharapkan tenor 10 tahun melonjak lebih 4%, saya melihat 4% sebagai batas atas imbal hasil (yang) akan membantu pasar saham pulih di bulan Maret,” kata Founder dan CEO KKM Financial, Jeff Kilburg dikutip CNBC International.
Meski inflasi kata dia, tekanan bursa saham di Februari didorong kebijaksanaa suku bunga the Fed.







