Wall Street Bervariasi, Respons Data Inflasi AS

- Pewarta

Rabu, 15 Februari 2023 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa AS Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu agi WIB). Investor merespons rilis data inflasi AS Januari yang lebih tinggi dari perkiraan.

Dow Jones Industrial Average melemah 156,66 poin, atau 0,46%, menjadi 34.089,27, S&P 500 turun 0,03% menjadi 4.136,13, dan Komposit Nasdaq naik 0,57% pada 11.960,15, didorong saham teknologi. Tesla dan Nvidia masing-masing naik 7,51% dan 5,43%.

Imbal hasil Treasury atau obligasi pemerintah AS 6 bulan naik dan ditutup pada 5,022%, untuk pertama kalinya di atas 5% sejak Juli 2007.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengumuman inflasi yang sangat tinggi membuat saham turun. Indeks harga konsumen naik 0,5% untuk bulan Januari atau mencatat kenaikan tahunan 6,4%. Data itu sedikit lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang memproyeksi barang dan jasa naik 0,4% pada Januari dan 6,2% secara tahunan, menurut survei Dow Jones.

“Meskipun tidak ada kejutan besar dalam pengumuan IHK, ini adalah pengingat bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, mungkin perlu beberapa saat sebelum moderat ke tingkat normal,” kata Kepala Portofolio Morgan Stanley Global Investment. Mike Loewengart, dikutip CNBC International.

“Pertanyaannya apakah inflasi akan turun ke level target Fed dengan pasar tenaga kerja seketat saat ini,” tambahnya.

Di luar data IHK, investor juga akan mengamati pendapatan perusahaan seperti Kraft Heinz, Boston Beer, dan DoorDash yang dijadwalkan melaporkan minggu ini.

Dari 11 sektor utama S&P 500, tujuh sektor berakhir di zona merah, dipimpin oleh real estat yang merosot 1,08%, diikuti oleh penurunan 0,95% pada sektor bahan pokok konsumen.

Sektor konsumer non-primer menguat 0,3%, terangkat oleh lonjakan hampir 8% di Tesla Inc. Pembuat mobil listrik tersebut telah pulih lebih dari 60% pada tahun 2023 setelah kehilangan dua pertiga nilainya tahun lalu.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB