Wall Street Melonjak Jelang Data Inflasi AS

- Pewarta

Selasa, 14 Februari 2023 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa AS Wall Street melonjak pada penutuan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Investor menunggu rilisa data inflasi AS.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 376,66 poin atau 1,11% di 34.245,93, terbaik di bulan Februari. S&P 500 menguat 1,14% menjadi 4.137,29, dan Nasdaq Composite melonjak 1,48% menjadi 11.891,79.

Microsoft yang memimpin kenaikan di Dow Jones, bertambah 3,1%. Nike dan Salesforce masing-masing melonjak 2,4%,dan saham Intel menguat 2,7%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Selasa waktu AS, laporan indeks harga konsumen (IHK) bulan Januari akan dirilis, menunjukkan jika kenaikan harga telah melambat di tengah kenaikan suku bunga bank sentral.

Sejauh ini, investor memproyeksi IHK akan solid yang menunjukkan inflasi mereda dan puncak kenaikan suku bunga Fed mungkin sudah dekat.

“Perpaduan pemulihan produksi industri dan penurunan inflasi yang kami perkirakan pada kuartal ini membantu meningkatkan ekuitas (saham),” kata Ray analis Credit Suisse Farris dari dalam catatan Senin dikutip CNBC International.

Selian itu, pada minggu ini sejumlah perusahaan akan merilis kinerja pendapatan seperti Coca-Cola, Marriot, Cisco, Maraton, dan Paramount.

Ketiga indeks utama mencatat kinerja mingguan yang buruk pekan lalu. Dow Jones minggu lalu ambles 0,17%, S&P 500 turun 1,11%, dan Nasdaq hilang 2,41%, menandai penurunan mingguan terbesar sejak Desember.

Pergerakan itu terjadi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa upaya melawan inflasi masih panjang, meski ada tren disinflasi.

Dia mencatat bahwa suku bunga bisa naik lebih dari yang diantisipasi pasar jika angka inflasi tidak mereda, membalikkan beberapa optimisme sebelumnya bahwa kenaikan suku bunga akan mereda.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru