Wall Street Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Catat Minggu Terburuk Sejak Desember

- Pewarta

Sabtu, 11 Februari 2023 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, New York Stock Exchange, AS/Dok,

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, New York Stock Exchange, AS/Dok,

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa AS Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat minggu terburuk sejak Desember.

Dow Jones Industrial Average naik 169,39 poin, atau 0,5%, menjadi 33.869,27.S&P 500 menguat tipis hanya 0,2% menjadi 4.090,46, namun Nasdaq melemah 0,61% menjadi 11.718,12, dan

Meskipun Dow Jones naik pada Jumat, tetapi secara mingguan turun 0,17%. Sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 1,11% dan 2,41%, catat minggu terburuk sejak Desember.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Investor mencerna kenaikan suku bunga, data ekonomi, dan komentar terbaru pembicara Federal Reserve,” kata Founder Banríon Capital Management, Shana Sissel dikutip CNBC International.

Hal itu menyebabkan pergerakan intraday fluktuatif karena investor mengubah posisi sambil memprediksi bagaimana kebijakan The Fed soal suku bunga ke depan. “Ada beberapa sinyal campuran di sini, yang menurut saya adalah mengapa volatilitas naik,” kata Sissel,” kata dia.

Sementara saham platform Lyft merosot 36% setelah laporan kuartal keempat 2022 mengecewakan. Expedia turun lebih dari 8% setelah pendapatannya turun di bawah ekspektasi analis. Itu adalah laporan terbaru kuartal IV yang mengecewakan.

Dengan hampir 70% perusahaan S&P 500 melaporkan, sekitar 70% dari perusahaan tersebut lebih baik dari ekspektasi analis untuk kuartal IV.

Sementara pada minggu depan, investor bersiap mencermati pengumuman indeks harga konsumen (IHK) untuk melihat apakah inflasi akan mereda kembali.

IHK Januari akan diumumkan Selasa. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan kenaikan IHK 0,4% secara bulanan dan kenaikan 6,2% dari tahun sebelumnya.

“Minggu depan benar-benar tentang satu hal, dan satu hal itu adalah CPI (consumer price index),” kata Kepala Investasi Horizon Investments, Scott Ladner.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB