Dolar Jatuh Menyusul Komentar Powell tentang Disinflasi

- Pewarta

Rabu, 8 Februari 2023 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Mata uang dolar AS/Dok

Foto ilustrasi: Mata uang dolar AS/Dok

MEDIA EMITEN – Dolar jatuh dari tertinggi satu bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tentang disinflasi telah dimulai. Ia memperkirakan penurunan inflasi akan signifikan tahun ini.

Greenback turun secara keseluruhan, dipimpin oleh kerugian versus yen, franc Swiss, serta dolar Australia dan Selandia Baru.

Dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, ketua Fed mengatakan pengembalian ke target inflasi bank sentral AS sebesar 2% akan menjadi proses yang bergelombang, yang akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Powell menolak untuk menyamakan kekuatan mengejutkan di pasar kerja yang ditunjukkan dalam laporan ketenagakerjaan Januari dengan ekspektasi bahwa suku bunga harus lebih tinggi dari perkiraan pejabat Fed akhir tahun lalu.

Laporan pekerjaan AS pada Jumat (3/2/2023) membuat salah langkah para pedagang yang mengandalkan jeda yang akan segera terjadi dalam siklus kenaikan suku bunga Fed, dan memberi dolar dorongan.

Indeks dolar, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh ke posisi terendah setelah pernyataan Powell. Indeks terakhir turun 0,2 persen pada 103,39.

Suku bunga berjangka AS menunjukkan bahwa pasar memperkirakan suku bunga dana Fed mencapai puncak tepat di atas 5,1% pada Juni, dibandingkan dengan ekspektasi puncak di bawah 5% sebelum laporan pekerjaan Jumat (3/2/2023).

Dalam perdagangan sore, euro sedikit berubah terhadap dolar di 1,0719 dolar setelah sebelumnya jatuh ke level terendah lima minggu di 1,0670 dolar.

Dolar turun 1,2% versus yen menjadi 131,07 yen, setelah naik ke puncak satu bulan pada sehari sebelumnya. Yen terpukul oleh laporan Nikkei yang mengatakan pemerintah Jepang telah memanggil Deputi Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Masayoshi Amamiya untuk menggantikan Haruhiko Kuroda yang sedang menjabat sebagai gubernur bank sentral.

Sterling naik 0,1 persen menjadi 1,2035 dolar setelah jatuh ke level terendah satu bulan di 1,1974 dolar di sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik 0,9% pada 0,6943 dolar AS setelah melonjak 1% karena bank sentral negara itu menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan mengatakan lebih banyak kenaikan akan diperlukan, kemiringan kebijakan yang lebih hawkish daripada yang diperkirakan banyak orang.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB