Wall Street Bervariasi, Nasdaq dan S&P 500 Naik Tajam

- Pewarta

Jumat, 3 Februari 2023 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Nasdaq dan S&P 500 naik tajam menyentuh tertinggi lima bulan karena pesan yang lebih dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 39,02 poin atau 0,11% menjadi 34.053,94 poin. Indeks S&P 500 melonjak 60,55 poin atau 1,47% menjadi 4.179,76 poin. INasdaq Composite melesat 384,50 poin atau 3,25% menjadi 12.200,82 poin.


Investor masih mencerna keputusan kebijakan Fed pada Rabu dan komentar dari Powell, yang mengakui kemajuan dalam perang melawan inflasi.

Saham megacap Apple, Amazon dan induk Google Alphabet juga menguat jelang rilis laporan keuangan mereka setelah penutupan pasar pada Kamis 2 Februari 2023 dengan Apple terangkat 3,7%, serta Amazon dan Alphabet keduanya melonjak lebih dari 7%.

Setelah memar di tahun 2022, pasar saham AS telah membuat awal yang kuat untuk tahun ini, dengan saham teknologi dan saham lain yang tertinggal tahun lalu memimpin rebound di tengah harapan bahwa Fed akan meredam kenaikan suku bunga yang agresif, yang pada gilirannya dapat mengurangi beberapa tekanan pada valuasi ekuitas.

Tren tersebut berlanjut pada Kamis (2/2/2023). Sektor layanan komunikasi melonjak 6,7%, kenaikan harian terbesar dalam hampir tiga tahun, dipimpin oleh lonjakan 23,3% pada induk Facebook, Meta.

Perusahaan media sosial itu mengungkapkan kontrol biaya yang lebih ketat tahun ini dan pembelian kembali saham senilai US$ 40 miliar, karena CEO Mark Zuckerberg menyebut 2023 sebagai “tahun efisiensi”.

Data menunjukkan klaim pengangguran turun minggu lalu ke level terendah sembilan bulan, menyoroti ketahanan pasar tenaga kerja, menjelang angka pekerjaan bulanan AS pada Jumat.

Sekitar 15 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 11,7 miliar selama 20 sesi terakhir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru