Wall Street Bervariasi, Krisis Utang Pemerintah AS Jadi Perhatian

- Pewarta

Rabu, 25 Januari 2023 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street Dow Jones ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dengan Dow Jones menguat, namun Nasdaq dan S&P 500 melemah. Perdagangan sempat error karena kendala teknis di New York Stock Exchange.

Fokus investor pada musim laporan kinerja emiten untuk mendapatkan gambaran perekonomian terkini. Selain itu, sentimen negatif terkait krisis utang pemerintah AS juga menjadi perhatian pasar.

Dow naik 104,40 poin, atau 0,31%, ditutup pada 33.733,96. Ini menandai kenaikan hari ketiga untuk Dow Jones. S&P 500 merosot 0,07% menjadi 4.016,95, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,27% menjadi berakhir di 11.334,27.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musim pendapatan berlanjut pada hari Selasa dengan hasil beragam. 3M turun 6,2% karena outlook yang mengecewakan, sementara Union Pacific turun 3,3% setelah kinerja perusahaan kereta api itu jauh dari perkiraan analis. Microsoft melaporkan kinerjanya setelah perdagangan ditutup.

New York Stock Exchange mengumumkan akan membatalkan beberapa perdagangan awal pada hari Selasa karena kendala teknis yang menyebabkan harga pembukaan berbeda jauh dari harga seharusnya.

NYSE mengatakan bahwa perdagangan saham yang terdampak kendala teknis dan dieksekusi dengan harga di luar aturan persentase yang ada akan dinyatakan batal demi hukum. Ada lebih dari 200 saham yang terkena dampak masalah teknis.

Pelaku pasar juga memantau krisis utang AS. Pemerintah AS mencapai batas utang US$ 31,4 triliun pada hari Kamis (19/1/2023) dan kini terpaksa menggunakan dana darurat yang hanya mampu bertahan hingga 5 Juni. Jika Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Republik dan Pemerintahan Joe Biden dari Demokrat gagal mencapai kesepakatan plafon utang baru, hal ini dapat menyebabkan krisis fiskal.

Analis Barclays Ajay Rajadhyaksha melihat bahwa dampak dari krisis utang ini akan pelan-pelan terasa (slow burn) hingga akhirnya mencapai puncaknya.

“Jika batas utang tidak dinaikkan tepat waktu, bagaimana reaksi ekonomi dan pasar keuangan? Jawabannya tidak intuitif. Krisis utang tidak akan langsung menjadi ledakan besar, dalam pandangan kami,tetapi akan pelan-pelan terasa hingga menimbulkan masalah yang lebih besar,” kata dia.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB