Wall Street Bervariasi, Dow Ambles Hampir 400 Poin

- Pewarta

Rabu, 18 Januari 2023 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dengan Dow ambles hampir 400 poin, menghentikan kenaikan 4 hari beruntun. Saham Goldman Sach menyeret kejatuhan Dow.

Indeks bluechip Dow Jones Industrial Average kehilangan 391,76 poin, atau 1,14%, ditutup pada 33.910,85, S&P 500 turun 0,2% menjadi 3.990,97. Sementara itu, Nasdaq Composite berhasil naik 0,14% menjadi 11.095,11.

Saham Goldman Sach turun 6,44% setelah bank melaporkan kehilangan pendapatan terburuk dalam satu dekade pada kuartal keempat 2022. Buruknya kinerja karena penurunan pendapatan segmen investasi dan manajemen aset.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, saingannya Morgan Stanley membukukan kinerja lebih baik dari perkiraan, sebagian berkat pendapatan manajemen kekayaan. Saham Morgan Stanley melonjak 5,91%.

Hasil kinerja keduanya setelah bank besar seperti JPMorgan dan Citigroup melaporkan laporan triwulanan yang beragam.

“Pergerakan harga saham Goldman dan Morgan Stanley mencerminkan pendapatan mereka,” kata Kepala Strategi Investasi BMO Wealth Management, Yung-Yu Ma, mengatakan kepada CNBC. “Di dalam sektor keuangan, masing-masing lini bisnis memiliki nasib berbeda.”

Sekitar 7% pendapatan S&P 500 telah melaporkan kinerja hingga Selasa pagi, menurut FactSet. Dari perusahaan tersebut, 70% telah di atas perkiraan.

Sepanjang tahun 2023, Nasdaq Composite memimpin kenaikan 6,01%, karena investor membeli saham teknologi di tengah meningkatnya harapan terhadap saham pertumbuhan yang telah turun tajam pada akhir 2022. S&P 500 dan Dow Jones naik masing-masing 3,95% dan 2,30%, sejak awal tahun.

Pasar saham rebound dari penurunan tajam setelah inflasi AS makin melandai. Investor berharap hal ini akan memberikan pijakan Federal Reserve (The Fed) untuk memperlambat kenaikan suku bunga.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB