Wall Street Beragam, Saham Teknologi Menguat

- Pewarta

Selasa, 10 Januari 2023 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Saham teknologi menguat karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunganya.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 112,96 poin atau 0,34% menjadi 33.517,65 poin. Indeks S&P 500 turun 2,99 poin atau 0,08% menjadi 3.892,09 poin. Nasdaq Composite ditutup meningkat 66,36 poin atau 0,63% menjadi 10.635,65 poin.

Investor sedang menunggu komentar Ketua Fed Jerome Powell pada Selasa waktu setempat, yang beberapa ahli strategi perkirakan dapat mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk menunjukkan inflasi terkendali.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Taruhan pasar uang menunjukkan peluang 77% untuk kenaikan 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan Fed pada Februari.

Laporan harga konsumen yang akan dirilis Kamis (12/1/2023) bisa menjadi kunci untuk ekspektasi suku bunga, kata Quincy Krosby, kepala strategi global, LPL Financial di Charlotte, North Carolina. “Laporan IHK minggu ini akan menjadi penting untuk menyempurnakan pasar berjangka dana Fed.”

Sektor teknologi naik karena imbal hasil obligasi pemerintah turun. Saham konsumer non-promer juga naik, dengan Amazon.com Inc terangkat 1,5% setelah Jefferies mengatakan melihat tekanan biaya berkurang untuk raksasa e-commerce itu di paruh kedua tahun ini.

Juga, perusahaan-perusahaan S&P 500 akan memulai periode laporan keuangan kuartal keempat, dengan hasil dari bank-bank top AS diharapkan akhir pekan ini.

Laporan pekerjaan Jumat (6/1/2023), yang menunjukkan moderasi dalam kenaikan upah, mengangkat harapan bahwa Fed mungkin menjadi kurang agresif dalam mendorong kenaikan suku bunga untuk mengurangi inflasi.

Saham Tesla Inc naik 5,9% setelah pembuat kendaraan listrik itu mengindikasikan waktu tunggu yang lebih lama untuk beberapa versi Model Y di China, menandakan pemotongan harga baru-baru ini dapat memicu permintaan.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 11,35 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,90 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru