Wall Street Anjlok, Pasar Ketakutan Resesi

- Pewarta

Jumat, 16 Desember 2022 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Wall Street ditutup anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Pelaku pasar ketakutan terhadap ancaman resesi menyusul sikap hawkish dari Federal Reserve yang menggunakan suku bunga agresif dalam memerangi inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 764,13 poin atau 2,25% menjadi menetap 33.202,22 poin. Indeks S&P 500 turun 99,57 poin atau 2,49% menjadi 3.895,75 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 360,36 poin atau 3,23% menjadi 10.810,53 poin.

Melemahnya pasar saham menandai penurunan persentase satu hari terbesar untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq sejak 2 November, dan terbesar untuk indeks Dow sejak 13 September. Masing-masing ditutup pada level terendah sejak 9 November.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelas sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa komunikasi dan teknologi anjlok hampir 4,0% atau menjadi kelompok dengan kinerja terburuk di sesi ini.

Sebelumnya, Bank Sentral AS, The Fed memutuskan kembali menaikkan suku bunga 50 basis poin (bps) pada Rabu 14 Desember 2022. Suku bunga tersebut pun turun dari kenaikan sebelumnya 75 basis poin berturut-turut.

Tetapi Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan tanda-tanda inflasi baru-baru ini tidak cukup untuk meyakinkan Fed bahwa pertempuran melawan kenaikan harga telah dimenangkan.

The Fed memproyeksikan kenaikan suku bunga lanjutan di atas 5,0% pada 2023, tingkat yang tidak terlihat sejak penurunan ekonomi yang tajam pada 2007.

Kekhawatiran resesi global juga meningkat karena Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Eropa mengindikasikan siklus kenaikan suku bunga yang diperpanjang. Sebagian besar bank-bank sentral utama telah mengikuti strategi kenaikan suku bunga dalam upaya untuk mengendalikan inflasi.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 12,15 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,63 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB