Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp 226,49 Triliun

- Pewarta

Selasa, 6 Desember 2022 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pengawas Eksekutif Pasar Modal OJK Inarno Djajadi/Dok.

Kepala Pengawas Eksekutif Pasar Modal OJK Inarno Djajadi/Dok.

MEDIA EMITEN – Penghimpunan dana di pasar modal masih terjaga tinggi, per November sebesar Rp 226,49 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 61 emiten.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, masih terdapat 91 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp 96,29 triliun dengan rencana penawaran umum oleh emiten baru sebanyak 57 perusahaan. “Itu ada di pipeline,” katanya di Jakarta Selasa 6 Desember 2022.

Selain itu, kata dia, terdapat penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM. Hingga 25 November 2022 telah terdapat 11 penyelenggara SCF yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 314 penerbit, 129.958 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp 661,32 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar saham, ujar dia, hingga akhir November 2022 melemah 0,25% ke level 7.081,31 dibanding bulan sebelumnya dengan non residen mencatatkan modal masuk sebesar Rp 740 miliar (month-to-date/mtd).

Dibanding level akhir tahun 2021 (year-to-date/ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 7,59% dengan non residen membukukan pembelian bersih sebesar Rp 81,49 triliun.

Sementara di pasar obligasi, indeks pasar obligasi Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 3,24% (mtd) dan 2,75% (ytd) ke level 341,96. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor non residen tercatat sebesar Rp 40 miliar (mtd) atau Rp 530 miliar (ytd).

Di pasar SBN, sambung Inarno, non residen mencatatkan modal masuk Rp 23,7 triliun (mtd) sehingga mendorong penurunan imbal hasil (yield) SBN rata-rata sebesar 43,32 basis poin (bps) mtd di seluruh tenor.

“Secara ytd, yield SBN telah meningkat rata-rata sebesar 57,54 bps di seluruh tenor dengan non residen mencatatkan jual bersih sebesar Rp 154,41 triliun,” tambahnya.

Inarno juga menjelaskan kinerja reksa dana mengalami penurunan tercermin dari penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar 1,26% (mtd) di Rp 512,17 triliun dan tercatat nett redemption sebesar Rp 9,75 triliun (mtd).

Dibanding level akhir tahun 2021, NAB turun sebesar 11,46% dan masih tercatat nett redemption sebesar Rp 78,35 triliun. Namun minat masyarakat untuk melakukan pembelian reksa dana masih tinggi ditandai nilai subscription sebesar Rp 849,88 triliun.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru