Wall Street Melemah, Nasdaq Jatuh 1,54%

- Pewarta

Kamis, 17 November 2022 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pasar mencerna prospek suram dari Target Corp memicu kekhawatiran baru tentang para peritel menuju musim liburan.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 39,09 poin atau 0,12% menjadi 33.553,83 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 32,94 poin atau 0,83% menjadi 3.958,79 poin. Nasdaq Composite jatuh 174,75 poin atau 1,54%, menjadi ditutup di 11.183,66 poin.

Keuntungan di area-area defensif seperti utilitas dan bahan pokok konsumen membantu mengurangi kerugian S&P 500, dengan sektor utilitas menguat 0,9%, sementara bahan pokok naik 0,5%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Target Corp anjlok 13,1% setelah peritel besar itu memperkirakan penurunan mengejutkan dalam penjualan kuartal liburan.

Saham-saham peritel merosot secara luas, termasuk penurunan lebih dari 8% pada saham Macy’s Inc dan Best Buy Co Inc dan penurunan 7% untuk Foot Locker. Sektor konsumer non-primer S&P 500 kehiangan 1,5%.

Saham Micron Technology anjlok 6,7%, setelah perusahaan mengatakan akan mengurangi pasokan chip memori dan memangkas lebih banyak rencana belanja modalnya. Sektor teknologi informasi S&P 500 turun 1,4% dan indeks Philadelphia SE Semiconductor merosot 4,3%.

Berita Micron “tentu saja menyebabkan beberapa investor teknologi mengambil sebagian dari keuntungan jangka pendek karena tampaknya fundamental masih belum bagus di sektor teknologi.

Saham-saham AS telah melakukan reli besar selama sebulan terakhir, setelah data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan harapan Federal Reserve AS bisa menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunga.

Gubernur Fed Christopher Waller, seorang hawkish inflasi dan blak-blakan, mengatakan dia sekarang “lebih nyaman” dengan kenaikan suku bunga yang lebih kecil ke depan setelah data menunjukkan kenaikan harga-harga melambat.

Investor juga mengamati ketegangan geopolitik. Sebuah rudal yang menghantam Polandia mungkin ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia, kata Polandia dan NATO, meredakan kekhawatiran global bahwa perang di Ukraina dapat meluas melintasi perbatasan.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB