Wall Street Naik untuk Hari yang Ketiga

- Pewarta

Rabu, 9 November 2022 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok,

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok,

MEDIA EMITEN – Saham Wall Street ditutup naik pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), untuk hari yang ketiga sesi ketiga berturut-turut. Pemilihan tengah semester di Amerika Serikat (AS) mendominasi perhatian menjelang data ekonomi utama akhir pekan ini.

Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 1,0% pada 33.160,83. S&P 500 berbasis luas naik 0,6% menjadi 3.828,11, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 0,5% menjadi 10.616,20.

Pasar menunggu laporan indeks harga konsumen (CPI) penting yang akan dirilis Kamis (10/11). Laju inflasi AS kemungkinan akan mempengaruhi arah kebijakan moneter AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar juga mencermati pemilihan tengah semester di AS. Dengan penantang Partai Republik untuk partai Demokrat Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan memenangkan setidaknya satu majelis Kongres. Secara tradisional, ini menjadi skenario jinak untuk ekuitas.

“Perputaran positif yang ditempatkan pasar pada kemacetan adalah bahwa hal itu akan menghilangkan beberapa ketidakpastian politik dan akan mengurangi prospek kenaikan pajak baru, tekanan peraturan lebih lanjut, dan rencana pengeluaran besar tambahan,” kata analis Briefing.com Patrick O’Hare .

Di antara perusahaan perseorangan, saham Lyft anjlok 22,9% karena perusahaan ride hailing itu melaporkan kerugian US$ 422,2 juta bahkan ketika perusahaan menunjukkan permintaan yang kuat dari pelanggan. Analis mengutip kekhawatiran perusahaan kehilangan pangsa pasar untuk menyaingi Uber.

Saham DuPont melonjak 7,3% karena produsen kimia tersebut melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan dan mengumumkan program pembelian kembali (buyback) saham baru senilai US$ 5 miliar.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB