Wall Street Anjlok, Fed Beri Sinyal Belum Selesai

- Pewarta

Kamis, 3 November 2022 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah komentar dari Ketua Fed Jerome Powell bahwa perang terhadap inflasi belum selesai.

Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin atau 0,75%. Angka ini memantapkan target suku bunga dalam kisaran antara 3,75%-4%, tertinggi sejak 2008.

Namun, Ketua Fed Jerome Powell juga mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga yang lebih kecil mungkin akan segera terjadi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 505,44 poin atau 1,55% menjadi 32.147,76 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 96,41 poin atau 2,5% menjadi 3.759,69 poin. Nasdaq Composite anjlok 366,05 poin atau 3,36% menjadi 10.524,80.

Setelah reli kuat pada Oktober yang membuat indeks Dow Industrial membukukan persentase kenaikan bulanan terbesar sejak 1976 dan reli S&P sekitar 8%. Namun, penurunan semalam merupakan terbesar untuk S&P 500 sejak 7 Oktober.

Indeks S&P 500 sedikit lebih rendah sebelum pengumuman kebijakan Fed, karena laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan penggajian swasta AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Oktober, memberikan lebih banyak alasan kepada Fed untuk melanjutkan jalur kenaikan suku bunga yang agresif.

Dalam sesi perdagangan yang bergejolak, ekuitas awalnya bergerak lebih tinggi setelah kenaikan suku bunga oleh The Fed, kenaikan keempat berturut-turut dari bank sentral sebesar itu ketika mencoba untuk menurunkan inflasi yang sangat tinggi.

Investor telah secara luas mengantisipasi kenaikan suku bunga 75 basis poin, sambil berharap The Fed akan memberi sinyal kesediaan untuk mulai mengurangi kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember.

Namun, komentar dari Ketua Fed Jerome Powell bahwa “sangat prematur” untuk berpikir tentang menghentikan kenaikan suku bunga membuat saham-saham turun tajam.

“Itu adalah satu pidato, mungkin ini adalah momen frustrasi. Saya tidak berpikir dia seharusnya melakukannya dengan cara dia melakukan ini. Tapi saya mengerti dalam gambaran besar,” kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco.

Sementara itu, laporan penggajian swasta muncul setelah data pada Selasa yang menunjukkan lonjakan lowongan pekerjaan bulanan AS, menunjukkan permintaan tenaga kerja tetap kuat.

Investor akan lebih memperhatikan pasar tenaga kerja dalam bentuk klaim pengangguran awal mingguan pada Kamis dan laporan penggajian Oktober pada Jumat, yang akan membantu mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.

Volume transksi di bursa AS mencapai 12,80 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,57 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB