MEDIA EMITEN – Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 2,6% pada triwulan III-2022. Angka menjadi kali pertama Negeri Paman Sam mencatat pertumbuhan positif, sekaligus menghapus kekhawatiran bakal terjadinya resesi.
Data Departemen Perdagangan AS, semalam, merilis data PDB yang tumbuh 2,6% secara tahunan (YoY), setelah dua kuartal sebelumnya PDB AS negatif atau dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa klaim pengangguran awal negara itu, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 3.000 menjadi 217.000 dalam pekan yang berakhir 22 Oktober.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, banyak kalangan memproyeksikan AS masuk jurang resesi pada tahun depan, seiring pelemahan ekonomi negara dibayangi lonjakan inflasi. Kekhawatiran resesi meningkat, sebab selama dua kuartal berturut-turut AS mengalami pertumbuhan yang negatif.
Meski ekonomi AS kembali tumbuh pada kuartal III 2022, analis memperingatkan ancaman pelemahan ekonomi masih belum terhindarkan.
Pasar saham Wall Street merespons data tersebut. Pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tiga indeks utama saham bervariasi.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 194,17 poin atau 0,61% menjadi 32.033,28 poin. Indeks S&P 500 merosot 23,30 poin atau 0,61% menjadi 3.807,30 poin. Nasdaq Composite jatuh 178,32 poin atau 1,63% menjadi 10.792,67 poin.
Baca Juga:
Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO
Produk Guangdong Mendunia: Acara “Produk Zhongshan di Malaysia” Resmi Debut di Luar Negeri
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan teknologi masing-masing merosot 4,12% dan 1,25%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor industri naik 1,14%, merupakan kelompok berkinerja terbaik.
Saham induk Facebook Meta Platforms anjlok hampir 24,6% setelah raksasa media sosial itu pada Rabu (26/10/2022) melaporkan penurunan pendapatan dan mengeluarkan panduan ke depan yang lebih lemah.






