Ekonomi AS Tumbuh 2,6%, Hapus Kekhawatiran Resesi

- Pewarta

Jumat, 28 Oktober 2022 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilusrasi: inflasi AS meningkat Agustus 2023/Dok.

Foto ilusrasi: inflasi AS meningkat Agustus 2023/Dok.

MEDIA EMITEN – Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 2,6% pada triwulan III-2022. Angka menjadi kali pertama Negeri Paman Sam mencatat pertumbuhan positif, sekaligus menghapus kekhawatiran bakal terjadinya resesi.

Data Departemen Perdagangan AS, semalam, merilis data PDB yang tumbuh 2,6% secara tahunan (YoY), setelah dua kuartal sebelumnya PDB AS negatif atau dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa klaim pengangguran awal negara itu, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 3.000 menjadi 217.000 dalam pekan yang berakhir 22 Oktober.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, banyak kalangan memproyeksikan AS masuk jurang resesi pada tahun depan, seiring pelemahan ekonomi negara dibayangi lonjakan inflasi. Kekhawatiran resesi meningkat, sebab selama dua kuartal berturut-turut AS mengalami pertumbuhan yang negatif.

Meski ekonomi AS kembali tumbuh pada kuartal III 2022, analis memperingatkan ancaman pelemahan ekonomi masih belum terhindarkan.

Pasar saham Wall Street merespons data tersebut. Pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tiga indeks utama saham bervariasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 194,17 poin atau 0,61% menjadi 32.033,28 poin. Indeks S&P 500 merosot 23,30 poin atau 0,61% menjadi 3.807,30 poin. Nasdaq Composite jatuh 178,32 poin atau 1,63% menjadi 10.792,67 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan teknologi masing-masing merosot 4,12% dan 1,25%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor industri naik 1,14%, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

Saham induk Facebook Meta Platforms anjlok hampir 24,6% setelah raksasa media sosial itu pada Rabu (26/10/2022) melaporkan penurunan pendapatan dan mengeluarkan panduan ke depan yang lebih lemah.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB