MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), terutama didorong oleh sektor perbankan.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 193,24 poin atau 0,61% menjadi 31.774,52 poin. Indeks S&P 500 menambahkan 26,31 poin atau 0,66% menjadi 4.006,18 poin. Nasdaq Composite naik 70,23 poin atau 0,6% menjadi 11.862,13 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan perawatan kesehatan dan keuangan masing-masing terdongkrak 1,77% dan 1,74%. Sementara itu, sektor jasa komunikasi turun 0,44%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indeks-indeks utama memantul bolak-balik dalam perdagangan berombak karena kekhawatiran atas langkah Federal Reserve selanjutnya untuk menjinakkan inflasi yang melonjak tetap ada.
Sementara itu, Powell pada Kamis menegaskan kembali komitmen terhadap sikap kebijakan yang hawkish. Selama diskusi yang diselenggarakan oleh Cato Institute, dia mengatakan bank sentral AS berkomitmen kuat untuk menurunkan inflasi.
Sebelumnya, Wakil Ketua The Fed Lael Brainard menggemakan pesan baru-baru ini dari pejabat tinggi lainnya bahwa suku bunga mungkin tetap restriktif untuk beberapa waktu.
Pasar terus memperkirakan peluang tinggi kenaikan suku bunga 75 basis poin lebih lanjut pada pertemuan kebijakan The Fed akhir bulan ini.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Bank of America, Barclays dan Jefferies mengatakan mereka sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga 75 basis poin. Sebelumnya Barclays mengatakan itu bisa menjadi peningkatan 50 atau 75 basis poin, sementara Bank of America dan Jefferies bertaruh pada kenaikan 50 basis poin.
Di sisi data, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, turun 6.000 menjadi 222.000 untuk pekan yang berakhir 3 September. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan total klaim baru 235.000.
Investor juga menunggu laporan inflasi AS Agustus minggu depan untuk petunjuk baru apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setengah atau tiga perempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan 20-21 September.







