Saham Perbankan Dorong Penguatan Wall Street

- Pewarta

Jumat, 9 September 2022 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), terutama didorong oleh sektor perbankan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 193,24 poin atau 0,61% menjadi 31.774,52 poin. Indeks S&P 500 menambahkan 26,31 poin atau 0,66% menjadi 4.006,18 poin. Nasdaq Composite naik 70,23 poin atau 0,6% menjadi 11.862,13 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan perawatan kesehatan dan keuangan masing-masing terdongkrak 1,77% dan 1,74%. Sementara itu, sektor jasa komunikasi turun 0,44%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks-indeks utama memantul bolak-balik dalam perdagangan berombak karena kekhawatiran atas langkah Federal Reserve selanjutnya untuk menjinakkan inflasi yang melonjak tetap ada.

Sementara itu, Powell pada Kamis menegaskan kembali komitmen terhadap sikap kebijakan yang hawkish. Selama diskusi yang diselenggarakan oleh Cato Institute, dia mengatakan bank sentral AS berkomitmen kuat untuk menurunkan inflasi.

Sebelumnya, Wakil Ketua The Fed Lael Brainard menggemakan pesan baru-baru ini dari pejabat tinggi lainnya bahwa suku bunga mungkin tetap restriktif untuk beberapa waktu.

Pasar terus memperkirakan peluang tinggi kenaikan suku bunga 75 basis poin lebih lanjut pada pertemuan kebijakan The Fed akhir bulan ini.

Bank of America, Barclays dan Jefferies mengatakan mereka sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga 75 basis poin. Sebelumnya Barclays mengatakan itu bisa menjadi peningkatan 50 atau 75 basis poin, sementara Bank of America dan Jefferies bertaruh pada kenaikan 50 basis poin.

Di sisi data, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, turun 6.000 menjadi 222.000 untuk pekan yang berakhir 3 September. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan total klaim baru 235.000.

Investor juga menunggu laporan inflasi AS Agustus minggu depan untuk petunjuk baru apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setengah atau tiga perempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan 20-21 September.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB