Bank Sentral Eropa Naikkan Bunga Acuan 0,75%

- Pewarta

Kamis, 8 September 2022 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bank Sentral Eropa (ECB)/Dok.

Foto ilustrasi: Bank Sentral Eropa (ECB)/Dok.

MEDIA EMITEN – Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (0,75%) pada Kamis 8 September 2022. Langkah itu dilakukan untuk meredam inflasi tinggi yang menghantam zona euro.

Kenaikan tersebut menempatkan suku bunga deposito acuan menjadi 0,75%. ECB menyebutkan bahwa suku bunga bisa saja kembali dinaikkan untuk mengontrol inflasi.

Langkah besar ini mengawali transisi dari tingkat kebijakan yang sangat akomodatif ke tingkat yang akan memastikan pengembalian inflasi tepat waktu dengan target jangka menengah 2%. “Kami memperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga lebih lanjut, karena inflasi tetap terlalu tinggi dan kemungkinan akan tetap di atas target untuk waktu yang lama,”, demikian pernyataan ECB seperti dikutip dari CNBC International.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini melanjutkan era kebijakan kenaikan suku bunga dari -0,5% menjadi nol pada Juli lalu. ECB sendiri memang telah mempertahankan suku bunga di wilayah negatif sejak 2014 dalam upaya untuk memacu pengeluaran dan memerangi inflasi yang rendah.

Namun saat ini, situasi di Eropa berubah dengan inflasi yang mencapai di atas 9%. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perang Rusia dan Ukraina yang mengganggu pasokan energi untuk wilayah Benua Biru tersebut.

Selain energi, kenaikan harga juga terjadi di beberapa sektor lainnya seperti makanan, pakaian, mobil, peralatan dan jasa rumah tangga.

Meski begitu, produk domestik bruto di seluruh zona euro meningkat sebesar 0,8% pada kuartal kedua 2022. Namun banyak analis mengatakan resesi zona euro tidak dapat dihindari dalam beberapa bulan mendatang karena daya beli konsumen diperas oleh tingginya harga-harga barang dan kebutuhan pokok.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru