Wall Street Terseret Ketegangan Geopolitik

- Pewarta

Rabu, 3 Agustus 2022 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street merosot di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dengan indeks Dow ambles lebih dari 400 poin. Pelaku pasar khawatir ketegangan politik China-AS dan kemungkinan resesi setelah data ekonomi mengecewakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terperosok 402,23 poin atau 1,23% menjadi 32.396,17 poin. Indeks S&P 500 berkurang 27,44 poin atau 0,67% menjadi 4.091,19 poin. Nasdaq Composite tergelincir 20,22 poin atau 0,16% menjadi 12.348,76 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif dengan sektor real estat dan keuangan masing-masing merosot 1,3% dan 1,07% memimpin kerugian.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Selasa (2/8) bahwa lowongan pekerjaan AS turun menjadi 10,7 juta pada bulan Juni dari 11,3 juta pada bulan Mei, sebagai tanda potensial bahwa pasar tenaga kerja yang ketat mulai mendingin karena ekonomi melambat.

Pasar juga mencermati laporan pekerjaan AS Juli yang akan dirilis pada Jumat (5/8). Analis memperkirakan laporan ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan per jam mendingin 0,2 poin persentase pada bulan lalu menjadi 4,9%.

Sementara itu, kedatangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi di Taipei meskipun ada peringatan dari Beijing, mendorong pesawat-pesawat perang Tiongkok melintasi Selat Taiwan sebagai protes, meningkatkan ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Ada ketidakpastian seputar perjalanan Pelosi ke Taiwan dan ada data tambahan, mengenai pelemahan ekonomi,” kata Sam Stovall, Kepala Strategi Investasi CFRA Research di New York.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru