MEDIA EMITEN – Grup Axiata Berhad (Axiata) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah menyelesaikan akuisisi bersama atas 66,03% saham PT Link Net Tbk (LINK).
Pada perdagangan Rabu 22 Juni 2022, terjadi transaksi tutup sendiritau crossing saham PT Link Net Tbk (LINK) sebanyak 18.167.352 lot di pasar negosiasi pada harga Rp 4.800. Total nilai transaksi mencapai Rp 8,72 triliun. Transaksi terjadi tiga kali di pasar negosiasi dengan harga yang sama. Transaksi pertama melibatkan investor asing sebagai buyer dan seller dengan volume 10.177.661 lot.
Sekretaris Perusahaan EXCL, Ranty Astari Rachman dalam keterangan resminya menjelaskan, transaksi beli pada tanggal 22 Juni 2022 itu guna memberikan nilai positif bagi seluruh pemegang saham, manajemen, karyawan, juga memberi manfaat terhadap industri telekomunikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada saat yang sama, PT First Media Tbk (KBLV) mengaku telah menjual 798.969.286 lembar atau 29,04 persen LINK pada tanggal 22 Juni 2022 kepada Axiata Invesment Sdn Bhd dan EXCL. Sehingga total saham LINK yang dijual grup Lippo kepada grup Axiata mencapai 1.816.735.484 lembar atau 66,03%.
Dalam keterangan resminya, First Media menjelaskan, Credit Suisse Group AG dan Deutsche Bank AG cabang Jakarta bertindak sebagai penasihat keuangan untuk First Media, sementara Credit Suisse Group AG bertindak sebagai penasihat keuangan untuk ALD dalam transaksi penjualan dan pengalihan saham Link Net ini.
First Media akan menggunakan dana dari transaksi ini untuk memperkuat struktur keuangannya, termasuk melunasi fasilitas pinjaman yang ada, serta untuk berinvestasi dalam bisnis-bisnis berprospektif melalui anak-anak usahanya.
Dengan industri digital yang telah menjadi lanskap bisnis baru di dunia dan pertumbuhan eksponensial konsumsi media digital di Indonesia, First Media berfokus dalam mengembangkan bisnis di bidang media, pembuatan konten dan penyiaran televisi digital.
Didukung oleh sumber daya yang telah dimiliki First Media dan anak-anak usahanya, yakni talent, kapasitas redaksional, branding, serta media untuk menghantar konten, First Media percaya akan kemampuannya untuk berkembang dan bersaing di industri media dan digital.







