Wall Street Kembali Jatuh , Inflasi AS 8,3%

- Pewarta

Kamis, 12 Mei 2022 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN –Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street kembali jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data menunjukkan bahwa angka inflasi AS untuk April cukup tinggi, yakni 8.3% secara tahunan (yoy).

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 326,63 poin atau 1,02%, menjadi 31.834,11 poin. Indeks S&P 500 jatuh 65,87 poin atau 1,65% menjadi 3.935,18 poin. Nasdaq Composite ditutup anjlok 373,43 poin atau 3,18% menjadi 11.364,24 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing terpangkas 3,57% dan 3,3%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terdongkrak 1,37% seiring melonjaknya harga minyak, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu (11/5/2022) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,3% pada April, di atas konsensus 0,2%, untuk kenaikan 8,3% (yoy). IHK inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,6% di atas konsensus 0,4% untuk kenaikan 6,2% secara tahun-ke-tahun.

Laporan yang lebih panas dari perkiraan datang pada saat investor semakin khawatir tentang seberapa banyak Federal Reserve harus meningkatkan suku bunga acuannya guba menjinakkan inflasi yang tinggi.

“Inflasi naik lebih cepat dari yang diperkirakan pada April yangdapat membuka kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif daripada yang diperkirakan saat ini,” Will Compernolle, ekonom senior di FHN Financial, mengatakan dalam sebuah catatannya.

Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga AS sebesar 50 basis poin, langkah terbesar dalam lebih dari 20 tahun, dan mengisyaratkan bahwa kenaikan setengah poin tetap dipertimbangkan untuk beberapa pertemuan bank sentral berikutnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB