Investor Bitcoin Panik Saat Eksperimen Kripto Kontroversial Terungkap

- Pewarta

Selasa, 10 Mei 2022 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Mata uang kripto Bitcoin/Dok

Foto ilustrasi: Mata uang kripto Bitcoin/Dok

MEDIA EMITEN – Investor Bitcoin dilanda panic mode (mode panik). Ini karena turunnya harga stablecoin kontroversial terraUSD di bawah target US$1.

Mengutip dari CNBC International.com, Selasa 10 Mei 2022, Terra tidak punya uang tunai dan aset lain yang disimpan sebagai cadangan sebagai pendukung tokennya. Stablecoin itu menggantinya dengan campuran kode kompleks, bersama dengan ‘saudara tokennya’ Luna, untuk menstabilkan harga. Ini secara teori.

CNBC Internasional mencatat hal tersebut penting bagi investor Bitcoin. Sebab Luna Foundation Guard punya miliaran dolar dalam Bitcoin dan berpotensi dibuang ke pasar kapan pun. Bila ini dilakukan harga Bitcoin juga jatuh.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tiap investor profesional di kripto memiliki satu mata di terraUSD hari ini, mereka mengawasi untuk melihat apakah bisa dipertahankan kaitannya dengan dolar. Jelas ada risiko signifikan di pasar,”kata kepala investasi Bitwise Asset Management, Matt Hougan.

Secara sederhana, protokol Terra menghancurkan dan membuat unit baru terraUSD dan Luna untuk menyesuaikan pasokan. Jadi saat harga terraUSD turun di bawah US$1, maka bisa dikeluarkan dan ditukarkan dengan Luna dengan begitu pasokan terraUSD jadi lebih langka dan harganya bisa naik.

Masalahnya, Pencipta Terra, Do Kwon memiliki Bitcoin senilai US$3,5 miliar dengan tujuan mendukung terraUSD saat krisis. Teorinya adalah bahwa terraUSD pada akhirnya dapat ditukarkan dengan bitcoin alih-alih Luna, tetapi ini belum teruji dan belum dipraktikkan.

Sementara hari Senin kemarin Luna Foundation Guard menyatakan bakal meminjam Bitcoin senilai US$750 juta kepada platform perdagangan kripto agar harga terraUSD sesuai target. Sisanya akan digunakan untuk membeli Bitcoin saat harga terraUSD “sudah kembali normal”.

Lebih lanjut organisasi itu juga telah menari 37 ribu Bitcoin atau lebih dari US$1 miliar untuk dipinjamkan guna membeli terraUSD. Beberapa investor crypto khawatir Luna Foundation Guard mungkin telah menjual, atau akan menjual, sebagian besar bitcoinnya untuk menopang terraUSD. Penurunan harga terraUSD telah memberikan gelombang kejutan di pasar kripo.

Sementara itu Binance juga mengumumkan menangguhkan penarikan terraUSD dan Luna sementara waktu. “Karena tingginya volume transaksi penarikan yang tertunda,” kata perusahaan dan menjanjikan keadaan kembali normal saat jaringan stabil.

“Saya pikir pasar memprediksi adanya beberapa forced selling (penjualan paksa) TerraUSD dan cadangannya,”ujar Nic Carter, salah satu pendiri Coin Metrics. “Ini adalah bencana tetapi sudah diprediksi. Tidak ada stablecoin algoritmik yang pernah berhasil dan ini tidak terkecuali.”

TerraUSD, ujar Nic, tidak sepenuhnya dijamin, dan tentu saja tidak sepenuhnya didukung oleh cadangan. “Itu benar-benar hanya didukung oleh kepercayaan pada penerbit secara efektif.”

CNBC Internasional mencatat Terraform Labs tidak menanggapi sejumlah permintaan komentar terkait masalah ini.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru