Wall Street Reli, Respons Keputusan Fed

- Pewarta

Kamis, 5 Mei 2022 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Wall Street, AS, reli dan membukukan kenaikan tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga 50 basis poin.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 932,27 poin atau 2,81% menjadi 34.061,06 poin. Indeks S&P 500 melonjak 124,69 poin atau 2,99% menjadi 4.300,17 poin. Nasdaq Composite melesat 401,10 poin atau 3,19% menjadi ditutup pada level12.964,86.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan komunikasimemimpin kenaikan, masing-masing melonjak 4,12% dan 3,68%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Federal Reserve pada Rabu (4/5/2022) menaikkan suku bunga acuan 0,5% dan mengatakan akan mulai menyusutkan portofolio aset bank sentral US$ 9 triliun bulan depan dalam upaya untuk lebih menurunkan inflasi.

Bank sentral AS menetapkan target suku bunga dana federal ke kisaran antara 0,75 – 1%, dengan kenaikan lebih lanjut dalam biaya pinjaman dengan besaran yang mungkin serupa kemungkinan akan mengikuti.

“Jelas bahwa mereka (The Fed) memahami perlunya menahan kenaikan harga-harga,” kata Greg Bassuk, kepala eksekutif di AXS Investments di Port Chester, New York.

Kekhawatiran tentang pukulan terhadap pertumbuhan ekonomi karena Fed yang hawkish, laba beragam dari beberapa perusahaan besar, konflik di Ukraina dan penguncian terkait pandemi di China telah memukul Wall Street baru-baru ini, dengan saham-saham pertumbuhan bernilai tinggi menanggung beban penjualan.

Dari sisi data menunjukkan, pengusaha swasta mempekerjakan pekerja paling sedikit dalam dua tahun bulan lalu, sementara ekspansi di sektor jasa secara tak terduga kehilangan momentum pada April.

Saham bank naik 3,5% setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun, yang paling sensitif terhadap prospek suku bunga Federal Reserve, melonjak ke level tertinggi sejak November 2018. Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai 3% untuk hari ketiga berturut-turut.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 13,46 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,97 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru